(sangat - sangat diperbolehkan untuk membajak, mencuri dan memanfaatkan isi dalam blog ini sepuas -puasnya )

" MASYARAKAT ANARKISME adalah dimana masyarakat yang dicita-citakan adalah yang tanpa pemerintahan—keharmonisan dalam masyarakat dicapai bukan dengan mematuhi undang-undang, atau suatu otoritas, namun melalui kesepakatan bebas yang dicapai diantara berbagai kelompok, wilayah dan profesi, yang bergabung secara sukarela—untuk produksi dan konsumsi—dan juga untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dan aspirasi mahluk yang beradab."


August 31, 2007

FEMINISME

Sejarah

Gelombang pertama

Feminisme sebagai filsafat dan gerakan dapat dilacak dalam sejarah kelahirannya dengan kelahiran era Pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Perkumpulan masyarakat ilmiah untuk perempuan pertama kali didirikan di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda pada tahun 1785. Menjelang abad 19 feminisme lahir menjadi gerakan yang cukup mendapatkan perhatian dari para perempuan kulit putih di Eropa. Perempuan di negara-negara penjajah Eropa memperjuangkan apa yang mereka sebut sebagai universal sisterhood.

Kata feminisme dikreasikan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier pada tahun 1837. Pergerakan center Eropa ini berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill, the Subjection of Women (1869). Perjuangan mereka menandai kelahiran feminisme Gelombang Pertama.

Pada awalnya gerakan ini memang diperlukan pada masa itu, dimana ada masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. Sejarah dunia menunjukkan bahwa secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinomor duakan oleh kaum laki-laki (maskulin) khususnya dalam masyarakat yang patriarki sifatnya. Dalam bidang-bidang sosial, pekerjaan, pendidikan, dan lebih-lebih politik hak-hak kaum ini biasanya memang lebih inferior ketimbang apa yang dapat dinikmati oleh laki-laki, apalagi masyarakat tradisional yang berorientasi Agraris cenderung menempatkan kaum laki-laki didepan, di luar rumah dan kaum perempuan di rumah. Situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era Liberalisme di Eropa dan terjadinya Revolusi Perancis di abad ke-XVIII yang gemanya kemudian melanda Amerika Serikat dan ke seluruh dunia.

Suasana demikian diperparah dengan adanya fundamentalisme agama yang cenderung melakukan opresi terhadap kaum perempuan. Di lingkungan agama Kristen pun ada praktek-praktek dan kotbah-kotbah yang menunjang situasi demikian, ini terlihat dalam fakta bahwa banyak gereja menolak adanya pendeta perempuan bahkan tua-tua jemaat pun hanya dapat dijabat oleh pria. Banyak kotbah-kotbah mimbar menempatkan perempuan sebagai mahluk yang harus ´tunduk kepada suami!´

Dari latar belakang demikianlah di Eropa berkembang gerakan untuk ´menaikkan derajat kaum perempuan´ tetapi gaungnya kurang keras, baru setelah di Amerika Serikat terjadi revolusi sosial dan politik, perhatian terhadap hak-hak kaum perempuan mulai mencuat. Di tahun 1792Mary Wollstonecraft membuat karya tulis berjudul Vindication of the Right of Woman yang isinya dapat dikata meletakkan dasar prinsip-prinsip feminisme dikemudian hari. Pada tahun-tahun 1830-1840 sejalan terhadap pemberantasan praktek perbudakan, hak-hak kaum prempuan mulai diperhatikan, jam kerja dan gaji kaum ini mulai diperbaiki dan mereka diberi kesempatan ikut dalam pendidikan dan diberi hak pilih, sesuatu yang selama ini hanya dinikmati oleh kaum laki-laki.

Secara umum pada gelombang pertama dan kedua hal-hal berikut ini yang menjadi momentum perjuangannya: gender inequality, hak-hak perempuan, hak reproduksi, hak berpolitik, peran gender, identitas gender dan seksualitas. Gerakan feminisme adalah gerakan pembebasan perempuan dari: rasisme, stereotyping, seksisme, penindasan perempuan, dan phalogosentrisme.

Gelombang kedua

Setelah berakhirnya perang dunia kedua, ditandai dengan lahirnya negara-negara baru yang terbebas dari penjajah Eropa, lahirlah Feminisme Gelombang Kedua pada tahun 1960. Dengan puncak diikutsertakannya perempuan dalam hak suara parlemen. Pada tahun ini merupakan awal bagi perempuan mendapatkan hak pilih dan selanjutnya ikut mendiami ranah politik kenegaraan.

Dalam gelombang kedua ini dipelopori oleh para feminis Perancis seperti Helene Cixous (seorang Yahudi kelahiran Algeria yang kemudian menetap di Perancis) dan Julia Kristeva (seorang Bulgaria yang kemudian menetap di Perancis) bersamaan dengan kelahiran dekonstruksionis, Derrida. Dalam the Laugh of the Medusa, Cixous mengkritik logosentrisme yang banyak didominasi oleh nilai-nilai maskulin. Sebagai bukan white-Anglo-American-Feminist, dia menolak esensialisme yang sedang marak di Amerika pada waktu itu. Julia Kristeva memiliki pengaruh kuat dalam wacana pos-strukturalis yang sangat dipengaruhi oleh Foucault dan Derrida.

Secara lebih spesifik, banyak feminis-individualis kulit putih, meskipun tidak semua, mengarahkan obyek penelitiannya pada perempuan-perempuan dunia ketiga. Meliputi Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Dalam berbagai penelitian tersebut, telah terjadi pretensi universalisme perempuan sebelum memasuki konteks relasi sosial, agama, ras dan budaya. Spivak membongkar tiga teks karya sastra Barat yang identik dengan tidak adanya kesadaran sejarah kolonialisme. Mohanty membongkar beberapa peneliti feminis barat yang menjebak perempuan sebagai obyek. Dan Bell Hooks mengkritik teori feminisme Amerika sebagai sekedar kebangkitan anglo-white-american-feminism karena tidak mampu mengakomodir kehadiran black-female dalam kelahirannya.

Banyak kasus menempatkan perempuan dunia ketiga dalam konteks "all women". Dengan apropriasi bahwa semua perempuan adalah sama. Dalam beberapa karya sastra novelis perempuan kulit putih yang ikut dalam perjuangan feminisme masih terdapat lubang hitam, yaitu: tidak adanya representasi perempuan budak dari tanah jajahan sebagai Subyek. Penggambaran pejuang feminisme adalah yang masih mempertahankan posisi budak sebagai yang mengasuh bayi dan budak pembantu di rumah-rumah kulit putih.

Perempuan dunia ketiga tenggelam sebagai Subaltern yang tidak memiliki politik agensi selama sebelum dan sesudah perang dunia kedua. Selama sebelum PD II, banyak pejuang tanah terjajah Eropa yang lebih mementingkan kemerdekaan bagi laki-laki saja. Terbukti kebangkitan semua Negara-negara terjajah dipimpin oleh elit nasionalis dari kalangan pendidikan, politik dan militer yang kesemuanya adalah laki-laki. Pada era itu kelahiran feminisme gelombang kedua mengalami puncaknya. Tetapi perempuan dunia ketiga masih dalam kelompok yang bisu.

Dengan keberhasilan gelombang kedua ini, perempuan dunia pertama melihat bahwa mereka perlu menyelamatkan perempuan-perempuan dunia ketiga, dengan asumsi bahwa semua perempuan adalah sama. Dengan asumsi ini, perempuan dunia ketiga menjadi obyek analisis yang dipisah dari sejarah kolonialisasi, rasisme, seksisme, dan relasi sosial.

Perkembangan di Amerika Serikat

Gelombang feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya buku The Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan di tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas, lebih-lebih setelah Betty Friedan membentuk organisasi wanita bernama National Organization for Woman (NOW) di tahun 1966 gemanya kemudian merambat ke segala bidang kehidupan. Dalam bidang perundangan, tulisan Betty Fredman berhasil mendorong dikeluarkannya Equal Pay Right (1963) sehingga kaum perempuan bisa menikmati kondisi kerja yang lebih baik dan memperoleh gaji sama dengan laki-laki untuk pekerjaan yang sama, dan Equal Right Act (1964) dimana kaum perempuan mempunyai hak pilih secara penuh dalam segala bidang

Gerakan feminisme yang mendapatkan momentum sejarah pada 1960-an menunjukan bahwa sistem sosial masyarakat modern dimana memiliki struktur yang pincang akibat budaya patriarkal yang sangat kental. Marginalisasi peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya ekonomi dan politik, merupakan bukti konkret yang diberikan kaum feminis.

Gerakan perempuan atau feminisme berjalan terus, sekalipun sudah ada perbaikan-perbaikan, kemajuan yang dicapai gerakan ini terlihat banyak mengalami halangan. Di tahun 1967Student for a Democratic Society (SDS) yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian dilanjutkan di Chicago pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok "feminisme radikal" dengan membentuk Women´s Liberation Workshop yang lebih dikenal dengan singkatan "Women´s Lib". Women´s Lib mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubungannya dengan kaum laki-laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Di tahun 1968Atlantic City dibentuklah kelompok ini secara terbuka memprotes diadakannya "Miss America Pegeant" di yang mereka anggap sebagai "pelecehan terhadap kaum wanita dan komersialisasi tubuh perempuan". Gema ´pembebasan kaum perempuan´ ini kemudian mendapat sambutan di mana-mana di seluruh dunia..

Pada 1975, "Gender, development, dan equality" sudah dicanangkan sejak Konferensi Perempuan Sedunia Pertama di Mexico City tahun 1975. Hasil penelitian kaum feminis sosialis telah membuka wawasan jender untuk dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa. Sejak itu, arus pengutamaan jender atau gender mainstreaming melanda dunia.

Memasuki era 1990-an, kritik feminisme masuk dalam institusi sains yang merupakan salah satu struktur penting dalam masyarakat modern. Termarginalisasinya peran perempuan dalam institusi sains dianggap sebagai dampak dari karakteristik patriarkal yang menempel erat dalam institusi sains. Tetapi, kritik kaum feminis terhadap institusi sains tidak berhenti pada masalah termarginalisasinya peran perempuan. Kaum feminis telah berani masuk dalam wilayah epistemologi sains untuk membongkar ideologi sains yang sangat patriarkal. Dalam kacamata eko-feminisme, sains modern merupakan representasi kaum laki-laki yang dipenuhi nafsu eksploitasi terhadap alam. Alam merupakan representasi dari kaum perempuan yang lemah, pasif, dan tak berdaya. Dengan relasi patriarkal demikian, sains modern merupakan refleksi dari sifat maskulinitas dalam memproduksi pengetahuan yang cenderung eksploitatif dan destruktif.

Berangkat dari kritik tersebut, tokoh feminis seperti Hilary Rose, Evelyn Fox Keller, Sandra Harding, dan Donna Haraway menawarkan suatu kemungkinan terbentuknya genre sains yang berlandas pada nilai-nilai perempuan yang antieksploitasi dan bersifat egaliter. Gagasan itu mereka sebut sebagai sains feminis (feminist science).

Aliran

Feminisme liberal

Apa yang disebut sebagai Feminisme Liberal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik. Setiap manusia -demikian menurut mereka- punya kapasitas untuk berpikir dan bertindak secara rasional, begitu pula pada perempuan. Akar ketertindasan dan keterbelakngan pada perempuan ialah karena disebabkan oleh kesalahan perempuan itu sendiri. Perempuan harus mempersiapkan diri agar mereka bisa bersaing di dunia dalam kerangka "persaingan bebas" dan punya kedudukan setara dengan lelaki.

Tokoh aliran ini adalah Naomi Wolf, sebagai "Feminisme Kekuatan" yang merupakan solusi. Kini perempuan telah mempunyai kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, dan perempuan harus terus menuntut persamaan haknya serta saatnya kini perempuan bebas berkehendak tanpa tergantung pada lelaki.

Feminisme liberal mengusahakan untuk menyadarkan wanita bahwa mereka adalah golongan tertindas. Pekerjaan yang dilakukan wanita di sektor domestik dikampanyekan sebagai hal yang tidak produktif dan menempatkab wanita pada posisi sub-ordinat. Budaya masyarakat Amerika yang materialistis, mengukur segala sesuatu dari materi, dan individualis sangat mendukung keberhasilan feminisme. Wanita-wanita tergiring keluar rumah, berkarier dengan bebas dan tidak tergantung lagi pada pria.

Akar teori ini bertumpu pada kebebasan dan kesetaraaan rasionalitas. Perempuan adalah makhluk rasional, kemampuannya sama dengan laki-laki, sehingga harus diberi hak yang sama juga dengan laki-laki. Permasalahannya terletak pada produk kebijakan negara yang bias gender. Oleh karena itu, pada abad 18 sering muncul tuntutan agar prempuan mendapat pendidikan yang sama, di abad 19 banyak upaya memperjuangkan kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan, dan di abad 20 organisasi-organisasi perempuan mulai dibentuk untuk menentang diskriminasi seksual di bidang politik, sosial, ekonomi, maupun personal. Dalam konteks Indonesia, reformasi hukum yang berprerspektif keadilan melalui desakan 30% kuota bagi perempuan dalam parlemen adalah kontribusi dari pengalaman feminis liberal.

Feminisme radikal

Trend ini muncul sejak pertengahan tahun 1970-an di mana aliran ini menawarkan ideologi "perjuangan separatisme perempuan". Pada sejarahnya, aliran ini muncul sebagai reaksi atas kultur seksisme atau dominasi sosial berdasar jenis kelamin di Barat pada tahun 1960-an, utamanya melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal".

Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. “The personal is political” menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat, masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan. Informasi atau pandangan buruk (black propaganda) banyak ditujukan kepada feminis radikal. Padahal, karena pengalamannya membongkar persoalan-persoalan privat inilah Indonesia saat ini memiliki Undang Undang RI no. 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

Feminisme post modern

Ide Posmo - menurut anggapan mereka - ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas, gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial.

Feminisme anarkis

Feminisme Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan laki-laki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan.

Feminisme Marxis

Aliran ini memandang masalah perempuan dalam kerangka kritik kapitalisme. Asumsinya sumber penindasan perempuan berasal dari eksploitasi kelas dan cara produksi. Teori Friedrich Engels dikembangkan menjadi landasan aliran ini—status perempuan jatuh karena adanya konsep kekayaaan pribadi (private property). Kegiatan produksi yang semula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendri berubah menjadi keperluan pertukaran (exchange). Laki-laki mengontrol produksi untuk exchange dan sebagai konsekuensinya mereka mendominasi hubungan sosial. Sedangkan perempuan direduksi menjadi bagian dari property. Sistem produksi yang berorientasi pada keuntungan mengakibatkan terbentuknya kelas dalam masyarakat—borjuis dan proletar. Jika kapitalisme tumbang maka struktur masyarakat dapat diperbaiki dan penindasan terhadap perempuan dihapus.

Feminisme sosialis

Sebuah faham yang berpendapat "Tak Ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan. Tak Ada Pembebasan Perempuan tanpa Sosialisme". Feminisme sosialis berjuang untuk menghapuskan sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pemilikan pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan seperti ide Marx yang mendinginkan suatu masyarakat tanpa kelas, tanpa pembedaan gender.

Feminisme sosialis muncul sebagai kritik terhadap feminisme Marxis. Aliran ini mengatakan baha patriarki sudah muncul sebelum kapitalisme dan tetap tidak akan berubah jika kapitalisme runtuh. Kritik kapitalisme harus disertai dengan kritik dominasi atas perempuan. Feminisme sosialis menggunakan analisis kelas dan gender untuk memahami penindasan perempuan. Ia sepaham dengan feminisme marxis bahwa kapitalisme merupakan sumber penindasan perempuan. Akan tetapi, aliran feminis sosialis ini juga setuju dengan feminisme radikal yang menganggap patriarkilah sumber penindasan itu. Kapitalisme dan patriarki adalah dua kekuatan yang saling mendukung. Seperti dicontohkan oleh Nancy Fraser di Amerika Serikat keluarga inti dikepalai oleh laki-laki dan ekonomi resmi dikepalai oleh negara karena peran warga negara dan pekerja adalah peran maskulin, sedangkan peran sebagai konsumen dan pengasuh anak adalah peran feminin. Agenda perjuagan untuk memeranginya adalah menghapuskan kapitalisme dan sistem patriarki. Dalam konteks Indonesia, analisis ini bermanfaat untuk melihat problem-problem kemiskinan yang menjadi beban perempuan.

Feminisme postkolonial

Dasar pandangan ini berakar di penolakan universalitas pengalaman perempuan. Pengalaman perempuan yang hidup di negara dunia ketiga (koloni/bekas koloni) berbeda dengan prempuan berlatar belakang dunia pertama. Perempuan dunia ketiga menanggung beban penindasan lebih berat karena selain mengalami pendindasan berbasis gender, mereka juga mengalami penindasan antar bangsa, suku, ras, dan agama. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat. Beverley Lindsay dalam bukunya Comparative Perspectives on Third World Women: The Impact of Race, Sex, and Class menyatakan, “hubungan ketergantungan yang didasarkan atas ras, jenis kelamin, dan kelas sedang dikekalkan oleh institusi-institusi ekonomi, sosial, dan pendidikan.”

April 13, 2007

Anarkisme : Paham Yang Tak Pernah Padam

Anarkisme : Paham Yang Tak Pernah Padam

Oleh Alm. Mansour Fakih

Selama ini, mendengar kata Anarkisme disebut, banyak orang segera merasa gelisah dan cemas, terbayang suatu kelompok manusia bringas yang siap menebarkan keonaran, kekacauan, kehancuran dan malapetaka. Meskipun pada umumnya orang hanya secara intuitif, tanpa tidak pernah mencoba menggali lebih seksama tentang apa yang disebut sebgai pandangan Anarkis tersebut, Namun istilah anarki sendiri sudah terlanjur menimbulkan kemarahan dan terlanjur secara luas disimpulkan bahwa anarkisme adalah sebagai suatu paham yang menakutkan karena jahat. Orangpun tanpa berpikir panjang percaya bahwa Anarkisme adalah negatif dan berbahaya, titik. Pendek kata, dalam memandang anarkisme, tidak hanya apparatus negara, bahkan masyarakat akademia, bersepakat bahwa Anarkisme adalah musuh umat manusia. Dengan demikian keyakinan yang mendominasi pemikiran masyarakat luas adalah bahwa “anarkisme” tidak lebih dari penyakit sosial yang bertentangan dengan segala norma sosial yang baik dan pantaslah jika anarkisme dianggap musuh masyarakat. leh karena itu dianggap wajar juga untuk menganjurkan untuk memberantas Anarkisme sampai keakar-akarnya. Anjuran untuk senantiasa waspada terhadap segala bentuk anarki saat ini telah menjadi hampir kesepakatan sosial. Pendek kata, Anarkisme perlu di amputasi atau dilenyapkan, untuk selamanya.

Lantas mengapa Anarkisme menjadi paham yang sangat ditakuti sehingga perlu dibrantas habis? Jangan-jangan letak persoalannya hanya karena kita tidak paham betul apa sebenarnya yang menjadi cita cita Anarkisme. Lebih ironis lagi, jangan-jangan secara diam-diam kita, anda dan saya tanpa menyadari, juga dalam beberapa hal bersimpati bahkan untuk banyak hal berbagi keyakinan dengan anarkisme Atas alasan itu semua, perlunya untuk memperdebatkan, merenungkan dan mempertimbangkan anarkisme sehingga akan melahirkan sikap kritis masyarakat sebagai alternatif dari sikap apriori menerima maupun apriori menolak, ataupun membenci secara membabi buta ataupun sikap secara taklid buta untuk menerima atau menolak tanpa suatu kesadaran mengapa dan untuk apa. Oleh karena itu lahirnya sikap dan kesadaran kritis yang didorong oleh suatu keterbukaan, dialog kritis adalah sesuatu yang yang harus difasilitasi oleh karena tema yang umumnya dianggap tabu untuk dibicarakan, bahkan tidak layak untuk diapresiasi, justru yang seharusnya perlu diapresiasi dan yang pertama tama perlu diacungkan jempol.

Lantas, apa sebenarnya dan mengapa Anarkisme begitu kontroversial? Anarkisme sebagai suatu paham atau pendirian filosofis maupun politik yang percaya bahwa manusia sebagai anggota masyarakat akan membawa pada manfat yang terbaik bagi semua jika tanpa diperintah maupun otoritas, boleh jadi merupakan suatu keniscayaan. Pandangan dan pemikiran anarkis yang demikian itu pada dasarnya menyuarakan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakekatnya adalah mahluk yang secara alamiah mampu hidup secara harmoni dan bebas tanpa intervensi kekuasaan juga tidaklah ssuatu keyakinan yang sangat salah. Lalu dari mana datangnya persepsi bahwa anarkisme berarti mendorong pada kehancuran dan keberantakan? Padahal sangat jelas dari pengertian diatas sesungguhnya Anarkisme tidak identik dengan keyakinan pecinta kehancuran. Bahkan tidak ada indikasi bahwa anarkisme serta merta merupakan cita acita yang menjurus kearah kekacauan ataupun kehanacuraan dan keberantakan. Namun yang jelas memang anarkisme merupakan suatu pemikiran yang mendambakan suatu “orde” yang bersifat spontan. Mereka umumnya menolak segala prinsip otoritas politik, pada saat yang sama sangat percaya bahwa keteraturan sosial niscaya terwujud justru jikalau tanpa otoritas politik. Secara sepintas dapat dilihat, bahwa musuh gerakan anarki adalah segala bentuk otoritas, maupun segala bentuk simbol otoritas, dan bentuk otoritas yang bagi kaum anarkis sangat jelas adalah otoritas yang dimiliki oleh negara moderen. Itulah sebabnya bagi kaum anarkis, negara dipandang memonopoli otoritas kekuasaan yang perlu dibatasi, misalnya seperti kekuasaan territorial yang mereka miliki, kekuasaan yuridiksi atas rakyat termasuk kekuasaan menguasai kekayaan sumber daya didalam wilayah yang mereka kuasai. Kekuasaan negara juga muncul dalam bentuk pemanfaatan sistim hukum positive yang eksistensinya serta merta menundukkan dan menyingkirkan semua bentuk hukum yang “dianggap negatif”, seperti hukum adat dan banyak hukum lainnya. Dan akhirnya gagasan bangsa sebagai suatu bentuk puncak dari politisasi masyarakat juga menghancurkan segala bentuk kelompok kelompok masyarakat. Semua otoritas tersebut dipelihara melalui monopoli penguasaan alat alat pertahanan dan keamanan, bahkan negara memonopoli cara untuk menundukkan rakyat. Sebaliknya anarkisme memang mengidamkan suatu visi social tentang “masyarakat alami” yakni suatu masyarakat swakelola yang mandiri dari para invidual yang secara swadaya membentuknya. Anarkisme bahkan menjadi sikap politik bahwa pemerintahan selain tidak perlu juga destruktif. Ini memang sesuai dengan makna harfiah Anarki, yang konon asal katanya memang berakar dari kata Yunani yang artinya kurang lebih “tanpa aturan atau without a rule”, dan memang dalam perkembangannya telah digunakan.

Apa sebenarnya pandangan, visi dan pendirian filosofis kaum anarkis? Anarkisme mengambil berbagai bentuk dan spektrum, yakni dari Anarkisme aliran kiri dan eskrim kiri, maupun anarkisme aliran kanan bahkan sampai anarkisme ekstrem kanan yang berwatak individualistik. Meskipun anarkisme kelihatannya berakar pada paham kebebasan individual yang liberal, namun lokasi konflik pahamnya justru pada pada titik yang terletak antara negara dan masyarakat. Meskipun terdapat berbagai aliran pemikiran kaum narkisme dalam berpendirian terhadap lokasi konflik negara-masyarakat tersebut. Namun pendirian pendirian mereka sesungguhnya secara sederhana dapat dikatagorikan kedalam Anarki individualistik dan anarki sosialistik. Anarki Individualistik berangkat dari cita cita kebabasan individual, serta berpangkal juga dari kedaulatan individual atas pemilikan harta dan kekayaan pribadi, serta pemilikan privat. Dengan demikian arah anarki individualis ini adalah suatu bentuk dari anarki kapitalisme. Sementara anarki kiri yang berwatak sosialistik justru berangkat dari penolakan kekayaan pribadi dan negara yang menurut mereka sebagai sumber penyebab dari ketidakadilan sosial. Golongan anarki ini justru berpendirian perlunya pembatasan kekuasaan dan keperkasaan negara atas individu dalam kelompok kelompok masyarakat. Pendek kata paham ini adalah perkawinan antara paham bercorak liberalistik dan sosialisme. Itulah mereka juga disebut sebagai Sosialisme Libertarian.

Kalau kita telaah perkembangan pemikiran dan gerakannya, Anarkisme sudah lama sekali berkembang dan pemikiran tersebut masing berkembang hingga saat ini dengan nama, gaya dan bentuk yang berbeda-beda. Meskipun sudah lama berkembang, misalnya William Godwin (1756-1836) telah melontarkan gagasan yang diduga menjadi inspirasi paham Kooperasi sosialis model Owen, namun membincangkan paham anarkisme tidak dapat melupakan bagitu saja tokoh pemikir Proudhon yang pada dasarnyaa mengadaaopsi gagaan koperasi sosialis. Dia melihat bahka kekuasaan negara dan kekuasaan Modal adalah sinonim, sehingga mustahil baginya menggunakan negara untuk memperjuangan kaum proletar. Belakangan Bakunin melanjutkan gagasan tersebut, bedanya Bakunin menempuh jalan pengambilalihan secara revolusioner dan kekerasan untuk membangun kolektivisme. Peter Kropotkin salah seorang pengikutnya Bakunin melanjutkan gagasan tersebut secara lebih komunistik, yakni dengan menganjurkan gagasan “segala sesuatu milik setiap orang, dan pembagian didasarkan pada kebutuhan tertentu masing-masing.

Perkembangan praktek anarkisme demikian juga penentangnya dimana mana dan para buruhpun mulai mengadopsinya yang melahirkan suatu sempalan baru yang dikenal dengan “Anarcho-Syndicalism”, atau Revolutionary Syndicalism. Mulai dari pikiran bahwa fungsi serikat buruh yang secara tradisional memperjuangkan kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja dianggap sudah lagi tidak memadai. Serikat buruh harus menjadi organisasi militan untuk menghancurkan Kapitalisme dan negara. Buruh harus ambil alih pabrik-pabrik dan dikuasai. Dengan demikian, serikat buruh juga dituntut mampu untuk menjadi pengelola manajemen pada saat pasca revolusi. Pendek kata bagi mereka serikat buruh pada dasarnya berfungsi sebagai badan perlawanan, namun pada era pasca revolusi serikat buruh harus juga berfungsi dalam administrasi menjemen untuk mengelola industri. Untuk menjaga stamina militansi, suasana lingkungan perlu secara terus menerus dikembangkan untuk itu. Mereka, para anarki sindikalis dimasa lalu sangat percaya bahwa suatu aksi perlawanan yang massif akan mampu melumpuhkan negara dan bahkan sistim kapitalisme.

Bagaimana gerakan anarki saat ini dan masa mendatang? Saat ini sesungguhnya gerakan anarkisme tengah mengalami kemunduran. Kecuali di Spanyol gerakan anaki dihancurkan dimana-mana. Meskipun dua tokoh Anarki besar seperti Bakunin dan Kropotkin berasal dari Rusia, namun gerakan itu disana justru dikerdilkan oleh rezim totaliter disana maupun idenya dikooptasi oleh Partai Sosialia Revolusioner Narodniki.

Sementara ditempat lain dimasa lalu gerakan Anarkisme pernah mengalami kejayaannya. Contohnya, gerakan perlawanan sosio kultural yang dipelopori oleh Mahatma Gandhi dianggap sebagai realitas dari pengaruh Anarkisme di Asia. Gandhi berhasil mengembangkan gerakan resistensi dan pembangkangan social yang bersifat anti-kekerasan di Afrika Selatan dan India. Orang percaya bahwa Gandhi banyak membaca pikiran Anarkis seperti Leo Tolstoy dan Thoreau maupun Kropotkin. Meskipun impian Gndhi tentang suatu masyarakat komunal berbasis desa swadaya belum pernah terwujud, tetapi pemikirannya dilanjutkan orang orang sepahamnya dengan mengembangkan gerakan Sardovaya yang dipimpin oleh Vinoba Bhave Jaya Prakash Narayan yang mengembangkan gerakan pemilikan tanah secara kolektif yang dikenal dengan gramdan, dimana pada tahun 60-an menjadi gerakan yang mendapat sambutan secara luas di India.

Di Barat Anarkisme memang menjadi daya tarik kaum intelek. Anarkisme dianggap menjadi pendorong gerakan Civil rights di Amerika akhir tahun 1950-an, dimana warga kulit hitam Amerika melakukan resistensi terhadap ketidakadilan yang dilegalisir dalam konstitusi dengan menggunakan gerakan moral. Gerakan itulah yang dianggap sebagai picu gerakan social selanjutnya, dimana gerakan sosial makin meluas dan meruncing, tidak hanya terbatas sebagai gerakan civil rights tapi telah berkembang menjadi gerakan umum menentang struktur elitisme dan gerakan kritik terhadap gaya hidup materialisme masyarakat industri baik di negara negara Kapitalis maupun negara Komunis. Gerakan itu terus berlangsung hingga tahun tahun 1960-an dan 1970-an. Anarkisme dengan demikian telah menjadi identik dengan gerakan “counter culture” atau budaya tanding yang sangat popular dikalangan anak muda dan Mahasiswa dan kelompok kiri secara umum di Amerika dan Eropa serta Jepang. Namun watak anarkisme generasi ini memang lebih merupakan pemberontakan budaya ketimbang suatu hal yang berwatak ideologis.

Pendirian akan penolakan kaum anarki terhadap negara, serta desakan untuk desentalisasi dan otonomi lokal, sangat gaung kuat terhadap mereka yang bercita cita menegakkan demokrasai participatory. Jika gerakan sosial ditahun 60-an memendam semangat “buruh menguasai industri” maka kelihatannya pikiran Anarcho-Syndicalisme masih hidup. Tetapi Anarkisme generasi tahun 60-an dan 70-an memprakarsai suatu perlawanan masif dan berskala global melalui aksi langsung dengan membentuk parlemen jalanan mempunyai agenda yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Gerakan anarkisme era tersebut menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa mereka menerima warisan pemikiran Bakunin tentang “pan-destructionisme” dimana mereka percaya bahwa sistim masyarakat yang ada saat itu sudah sangat rusak, korup dan munafik sehingga sudah tidak layak lagi untuk diperbaiki dan harus dibersihkan secara total.

Dari perbincangan ini, kita dapat memahami ternyata paham anarkisme tidak sesederhana yang selama ini diprsepsikan oleh banyak orang. Anarkisme juga memiliki anatomi dan bentuk gerakan yang bermacam macam. Menganggap tungal terhadap anarkisme yang sebenarnya beragam tersebut dapat memunculkan suatu kesalahpahaman yang tidak perlu. Karena memang paham anarkisme dalam perkembangannya pernah menjadi pendorong terhadap perubahan sosial menuju suatu masyarakat bebas dari otoritarianisme menuju pada suatu masyarakat egaliter, tanpa dominasi dan demokratis. Bahkan paham Anarkisme telah menjadi inspirasi terhadap lahirnya banyak karya sastra tentang kemanusiaan yang sangat berbudaya. Misalnya saja kritik Ivan Illich terhadap “sekolah” di awal tahun 70-an merupakan salah satu karya seorang anarkis yang memberi isnpirasi bagi berbagai upaya pembaharuan pemikiran dan metodologi pendidikan. Pendek kata sudah lama masyarakat luas menjadi semakin manusiawi dan beradab, justru karena inspirasi dari para pemikir anarkis.

Bagaimana masa depan Anarkisme? Pada saat ini rakyat secara global mnghadapi tantangan besar akibat dari menguatnya paham Neo-Liberalsime. Indikasi menguatnya paham ini telah mendorong tata ekonomi, politik, sosial dan budaya kedalam suatu zaman yang dikenal dengan era Globalisasi. Globalisasi yang merupakan suatu formasi sosial untuk pengintegrasian ekonomi nasional bangsa bangsa kedalam suatu sistim ekonomi Kapitalisme global, juga telah memincu munculnya gerakan anarkisme baru diawal abad ini. Proses Globalisasi yang memaksakan pembentukan sistim, tata relasi dunia baru ini membawa akibat semakin menguatnya institusi modal dan Negara-negara Kapitalis melalui WTO dan Lembaga Keuangan Internasional terdapat indicator telah membangkitkan semngat anarkisme lagi. Berbagai perlawanan rakyat secara global diberbagai tempat menentang WTO dan Bank Dunia menjadi saksi dari kebangkitan gerakan anarkisme lagi yang secara global dikenal yakni The World Bank dan International Monetary Fund (IMF). IMF inilah organisasi yang paling dianggap berkuasa di abad 20.

Justru pada era globalisasi inilah terdapat suatu gejala lahirnya kembali gerakan anarkisme global yang selama ini tidak banyak kedengaran. Globalisasi justru seakan membangunkan kaum anarkis dari tidur, atau paling tidak membangunkan gerakan sosial yang mendapat inspirasi dari kaum anarkis secara global, seperti gerakan anti WTO, gerakan anti Hutang seolah meneruskan gerakan Hijau, gerakan feminisme, gerakan masyarakat Adat ataupun gerakan rakyat kaum miskin kota dan sebagainya. Gerakan rakyat menentang pembangunan Dam dibeberapa tempat di Asia, seperti gerakan anti proyek pembangunan Dam Narmada di India tahun 1980-an, pada dasarnya merupakan suatu bentuk dari “New Social Movement” yang mendapat inspirasi dari pikiran anarkisme. Pada tahun 1992, gerakan untuk menyelamatkan Narmada ini berhasil mendesak Bank Dunia untuk mencabut dukungannya terhadap proyek tersebut. Gerakan yang “mewarisi sikap Kritis dan semangat anarkisme Mahatma Gandhi” ini adalah merupakan gerakan sosial yang menantang watak otoritarian kekuasaan negara dan sikap ekstraktif dari proses ekonomi yang dominan. Gerakan anarkisme yang dalam era itu juga disebut sebgai “New Social Movement” tumbuh dimana mana, dalam skala lokal, nasional, bahkan global.

Saat ini, sekali lagi kita menyaksikan suatu gerakan “koalisi global menentang WTO dan gerakan “Anti Hutang” Jubilee 2000, serta berbagai koalisi global menentang Bank Dunia, yang ditunjukkan dengan turunnya kembali kaum muda di jalan jalan kota-kota besar dunia setiap diselenggarakan pertemuan Globalisasi adalah fenomena resistensi sosial yang mengingatkan bangkitnya kembali gerakan anarkis atau bahkan terjaganya dari tidur panjang watak anarkis dari gerakan sosial. Gelombang sentimen untuk menentang watak dominasi Neo Liberalisme dan rezim Globalisasi yang mendunia saat ini, bukankah fenomena yang merupakan indikasi lahirnya kembali anarkisme. Masih banyak kasus yang saat ini tidak terungkap, bagaimana gerakan masyarakat di tingkat akar rumput melakukan resistensi terhadap Globalisasi yang pada dasarnya memiliki watak sebagai reinkarnasi pemikiran anarkisme. Misalnya saja gerakan para aktivis untuk membela para petani dari invasi budaya modernisasi pertanian revolusi hijau serta gerakan sosial untuk reformasi agraria dan hak hak petani (peasant rights) di Indonesia saat ini, apakah tidak dapat secara luas dianggap sebagai bangkitnya kembali falsafah anarkisme?.

April 12, 2007

Simbolisme anarkis


Simbol tradisional A-dalam lingkaran

Simbol A-dalam lingkaran sampai saat ini sudah bisa dipastikan dijadikan sebagai simbol anarki. Ini adalah sebuah monogram yang terdiri dari sebuah huruf kapital "A" yang dikelilingi oleh huruf kapital "O". Hruf "A" diambil dari huruf awal dari "anarki" atau "anarkisme" dalam banyak bahasa-bahasa Eropa demikian juga kesamaan tulisan baik Latin maupun Cyrillic. Huruf "O" berarti Order. Bila digabungkan menjadi "Anarchy is Order" yang merupakan kutipan perkataan Proudhon (Demanding the Impossible hal. 558)

Tercatat, penggunaan pertama kali simbol A dalam lingkaran oleh anarkis adalah oleh Dewan Federal Spanyol International Workingmen's Association. Lambang ini dibuat oleh freemason, Giuseppe Fanelli pada tahun 1868.

Kemudian simbol ini digunakan pada saat terjadinya Perang Saudara Spanyol, (1936-1939. Terdapat gambar foto salah seorang anggota milisi anarkis dengan simbol A-dalam lingkaran dicat dengan jelas dibelakang helmnya. Simbol tersebut juga diadopsi oleh sebuah organisasi bernama Alliance Ouvrière Anarchiste (AOA) pada saat berdirinya organisasi ini pada tanggal 25 November 1956 di Brussels,

Tentu saja, simbol A-dalam lingkaran ini juga digunakan sejak lama oleh gerakan anarko-punk, yang merupakan bagian dari gerakan punk-rock pada akhir tahun 1970-an, gerakan punk menggunakan simbol anarki A-dalam lingkaran lebih meluas, bahkan oleh kelompok punk non-anarkis.

Bendera hitam

Warna hitam sudah dihubungkan dengan anarki sejak tahun 1880-an. Banyak dari kelompok anarkis yang menggunakan kata "hitam" (b. Inggris : black) pada nama kelompok mereka.

Warna hitam polos dibendera ini merepresentasikan penolakan terhadap semua sistem yang menindas. Bagi anarkis, Warna hitam juga merupakan penghapusan dari segala warna. Penghapusan warna yang selalu dibeda-bedakan dan yang membuat manusia dibeda-bedakan oleh warna dari benderanya (misalnya adanya perbedaan perlakuan yang dilakukan oleh kaum kulit putih terhadap kulit berwarna dalam mendapatkan haknya).

Sejarah Bendera hitam

Bendera hitam, pada mulanya digunakan oleh 'work or death' (bekerja atau mati) sebuah demonstrasi yang dilakukan oleh kaum pegangguran di Perancis pada tahun 1831. Tapi sebenarnya akar dari bagaimana bendera hitam jadi sebuah simbol dari revolusi telah ada jauh sebelum demonstrasi tersebut terjadi.

Sekitar tahun 1400, sebuah grup radical "Free Spirit" di Czechoslavakia memakai bendera hitam dengan gambar piala berwarna merah ditengahnya. Lalu, bendera hitam dilaporkan juga digunakan dalam perang kaum tani di Jerman tahun 1525. Begitu juga dengan kelompok bajak laut juga mengibarkan "Jolly Roger", sebuah bendera hitam dengan gambar tengkorak dan tulang yang disilangkan. Masih banyak kelompok-kelompok atau revolusi lainnya yang menggunakan bendera hitam sebagai lambang revolusinya.

Simbol-simbol anarkis lainnya

Simbol A-dalam lingkaran dan bendera hitam, keduanya adalah simbol-simbol utama yang kebanyakan dipergunakan oleh anarkis dalam gerakannya. Namun, dalam sejarah banyak pula kelompok-kelompok anarkis yang menggunakan simbol-simbolnya sendiri.

Bendera merah dan hitam

Bendera merah dan hitam adalah bendera utama yang dipergunakan dalam gerakan Anarko-Sindikalisme

Lihat pula : Anarko-Sindikalisme

Bendera merah dan hitam adalah simbol yang dipergunakan oleh gerakan Anarko-Sindikalisme dan Anarko-Komunisme. Anarko-SIndikalisme yang mana merupakan bagian dari gerakan serikat buruh, melukiskan prinsip-prinsipnya yang diambil dari Anarkisme dan lebih condong kepada sosialisme dibanding kebanyakan gerakan anarkis anti-kapitalisme lainnya. Warna hitam adalah warna tradisional anarkisme, dan merah adalah warna tradisional dari sosialisme.

Bendera merah dan hitam mengkombinasikan 2 warna dalam porsi yang seimbang, dengan pemisahan diagonal yang sederhana. Secara tipikal, bagian merah terletak di sisi kiri-atas, dengan warna hitam terletak di sisi kanan-bawah bendera. Hal ini menyimbolkan eksistensi dari ide-ide anarkis dan sosialis dalam gerakan anarko-sindikalisme.

Tercatat, salah satu kelompok anarko-sindikalis adalah Confederación Nacional del Trabajo (CNT) di Spanyol, yang masih eksis sampai hari ini. CNT, sepanjang dengan Federación Anarquista Ibérica (FAI), sebuah faksi militan yang utama didalam CNT, merupakan pemain utama dalam gerakan anarkisme yang populer di spanyol sepanjang abad ke 19 sampai abad ke 20.

Kelompok ini memiliki versi bendera merah-dan-hitam sendiri yang terdapat inisial pada benderanya. inisial CNT berada diwarna merah, sementara FAI berada diwarna hitam - warna yang merepresentasikan anarki - sebagaimana FAI yang didirikan pada tahun 1927

untuk menjaga CNT agar tetap berada dalam prinsip-prinsip anarkis.

April 10, 2007

AKU

Aku menyadari bahwa kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kredibilitas atau bahkan sebaliknya menghancurkanku.
karenanya aku tidak akan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehingga menjadi dusta walau dengan gurauan sekalipun, aku hanya mengatakan yang aku yakini kebenarannya.

aku tidak akan pernah mengingkari janji, aku pastikan setiap janji yang kuucapkan sudah aku perhitungkan matang-matang aku akan berusaha keras untuk memenuhi janji itu walaupun harus berkorban banyak hal. aku akan tepat waktu dalam segala hal, tidak akan terlambat / gemar menunda-nunda yang ternyata aku tahu banyak kesempatan di dalamnya.

akan kubiasakan untuk mempunyai fakta dan data yang jelas dan bersikap terbuka serta tidak bertindak sembunyi - sembunyi atau menyembunyikan banyak hal ( tentu saja kekecualian pada hal - hal yang menurut agama patut disembunyikan )

aku harus pula memiliki kemampuan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki dan bertanggungjawab dengan tulus terhadap apapun yang terjadi sehingga akan menjadikan pancaran yang akan turut menghapuskan kesalahan yang pernah kulakukan.

aku tidak akan pernah patah semangat dan berputus asa , peluang untuk berubah sangat luas namun semua butuh proses, percayalah ALLAH maha memberi jalan dan sangat mudah baginya untuk memuliakan / menjatuhkan siapapun.


GRACIAZ

PUISHIT

HASRAT UNTUK BERUBAH


KETIKA AKU MASIH SEGAR DAN BEBAS BERKHAYAL
AKU BERMIMPI INGIN MENGUBAH DUNIA
SEIRING BERTAMBAHNYA USIA DAN KEARIFANKU
KUDAPATI BAHWA DUNIA TIDAK KUNJUNG BERUBAH
MAKA CITA - CITA ITUPUN AGAK KUPERSEMPIT
LALU KUPUTUSKAN UNTUK HANYA MENGUBAH NEGERIKU
NAMUN TAMPAKNYA HASRAT ITUPUN TIADA HASILNYA


KETIKA USIAKU SEMAKIN SENJA
DENGAN SEMANGATKU YANG MASIH TERSISA
KUPUTUSKAN UNTUK MENGUBAH KELUARGAKU
ORANG - ORANG YANG PALING DEKAT DENGANKU
TAPI CELAKANYA..MEREKAPUN TIDAK MAU BERUBAH


DAN KINI........
SEMENTARA AKU TERBARING SAAT AJAL MENJELANG
TIBA - TIBA KUSADARI......
" ANDAIKAN YANG PERTAMA - TAMA KUUBAH ADALAH DIRIKU,
MAKA DENGAN MENJADIKAN DIRIKU SEBUAH PANUTAN,
MUNGKIN AKU BISA MENGUBAH KELUARGAKU
LALU BERKAT INSPIRASI DAN DORONGAN MEREKA
BISA JADI AKUPUN MAMPU MEMPERBAIKI NEGERIKU
KEMUDIAN SIAPA TAHU AKU BAHKAN BISA MENGUBAH DUNIA......

DOA DAN KEMUNAFIKAN

percayakah anda bahwa semua orang itu munafik, bahkan pada saat dia bilang " yahh....saya ga munafik ya , saya juga...bla...bla...bla..." secara tidak sadar orang itu sudah melakukan praktek kemunafikan

Memang kemunafikan saat ini sudah sedemikian parah menyinggahi semua orang tanpa kecuali, seperti halnya dai kondang kita yang baru saja melakukan praktek poliponik.....eh...poligami, padahal dia pernah bilang " istri satu saja ga habis-habis, betul tidak..."setelah itu banyak orang yang mengkritik, mencela, bahkan meninggalkan khotbah dai kondang ini ( itu terjadi pada saat saya mengikuti ceramah beliau) eeeiitsss....tapi tunggu dulu...kalau anda mengkritik, apakah anda yakin anda tidak melakukan hal yang sama dalam bentuk yang lain, ha...ha...ha...

lalu apa yang harus kita lakukan supaya tidak munafik, jawabannya ya SANGAT-SANGAT TIDAK BISA yang harus kita lakukan adalah meminimalisir kemunafikan, dengan cara bertindak didasari kesadaran yang tinggi dan pemahaman yang baik terhadap segala sesuatu yang akan kita kerjakan, anda harus sadar betul terhadap resiko-resiko yang akan anda hadapi sebelum melakukan rencana anda. Bagaimana bisa sadar akan resiko...??? ya sekali lagi anda harus punya pemahaman yang baik akn jalan rencana anda, niscaya anda akan berhasil dan bisa meminimalkan kemunafikan anda.

yang saya tahu selama kita memiliki kesadaran yang tinggi dan pemahaman yang baik akan pilihan kita dengan sendirinya hati kita akan ikhlas dan sabar dalam menghadapi masalah, dan bila kita sudah ikhlas dan sabar otomatis kita akan jarang mempraktekkan teori kemunafikan.MENURUT SAYA....

ok, semoga berguna dan selamat mencoba....


GRACIAS

ANARKI DAN ANARKISME

Di awal abad kedua puluh, Peter Kropotkin, salah seorang propagandis anarki (sme) yang paling berpengaruh, diminta untuk menulis definisi anarkisme untuk Ensiklopedia Britannica :

“[…] dimana masyarakat yang dicita-citakan adalah yang tanpa pemerintahan—keharmonisan dalam masyarakat dicapai bukan dengan mematuhi undang-undang, atau suatu otoritas, namun melalui kesepakatan bebas yang dicapai diantara berbagai kelompok, wilayah dan profesi, yang bergabung secara sukarela—untuk produksi dan konsumsi—dan juga untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dan aspirasi mahluk yang beradab.”

Di sini anarkisme mengartikulasikan tatanan sosial dimana tidak seorangpun bisa menindas atau mengekspolitasi orang lain; sebuah tatanan dimana setiap orang mempunyai kesempatan yang setara untuk mencapai perkembangan material dan moralnya secara maksimal. Definisi tradisional tentang anarkisme seperti yang ditunjukkan di atas, harus dipahami sebagai sebuah titik tolak, suatu artikulasi untuk merespon secara positif konteks suatu tatanan masyarakat dimana minoritas masyarakat (yang memegang otoritas dalam institusi negara, institusi agama, institusi pendidikan, institusi ekonomi dan beragam institusi elitis lainnya) memiliki wewenang untuk mengontrol beragam aspek kehidupan mayoritas masyarakat.

Visi-visi anarki tersebut adalah ideal-ideal yang kemudian harus dijelaskan sebagai kemungkinan dan potensi eksistensi umat manusia. Pada perkembangan selanjutnya, melalui beragam reinterpretasi, kita menemui beragam artikulasi anarki yang menekankan pada kontinuitas perjuangan yang tanpa batas untuk memperluas lingkup kebebasan, yang secara konsiten didasari pada:

1. Penentangan terhadap otoritas. Pada umumnya penentangan anarkis terhadap otoritas dikaitkan pada penentangannya terhadap institusi negara dan institusi agama. Namun penentangan anarkis terhadap otoritas adalah suatu penolakan terhadap keterasingan manusia (yang diatur oleh otoritas tersebut) terhadap kemampuan, potensi dan hasrat/kehendak manusia itu). Maka penolakan terhadap keterasingan ini juga mencakup penolakan terhadap segala bentuk otoritas yang tidak dapat dilegitimasikan dengan alasan rasional, termasuk bentuk-bentuk kepemimpinan dan perwakilan. Meskipun pada dasarnya anarki menentang otoritas, tentunya terjadi pengecualian-pengecualian-pengecualian dalam kondisi-kondisi kritis ketika kepemimpinan dan perwakilan yang bersifat temporer tidak dapat dihindari.

2. Pada konstruksi relasi-relasi manusia berdasarkan asosiasi bebas. Anarki bukan sekedar suatu proposisi negatif yang berkutat pada penolakan, tapi juga menggagas konstruksi relasi manusia yang (lebih) membebaskan. Elaborasi tentang konstruksi relasi sosial adalah perbedaan mendasar dalam praksis anarki dengan aliran-aliran politik lainnya. Proyek-proyek anarkis selalu menekankan pada relasi horisontal diantara para partisipannya, penekanan pada inisiatif individual dan pengembangan potensi individual. Anarki yang terbatas dalam ruang dan waktu, dipraktekan dalam proyek-proyek anarkis - dimana cara (untuk mencapai tujuan) dan tujuan anarki menjadi terintegrasi dalam konteks-konteks tersebut.

Di sini pentingnya memaknai anarki, secara berbeda dengan isme-isme lainnya – bahwa anarki menolak doktrin absolut. Sekaligus ini adalah juga kritik terhadap anarki(sme) tradisional yang absolutis dengan cetak biru masa depannya. Bahkan kita dapat menemui artikulasi anarki sebagai kontinuitas perjuangan untuk memperluas lingkup kebebasan yang terus menerus tanpa suatu definisi akhir, dari sejarawan anarkis di awal abad keduapuluh, Rudolf Rocker:

“ Saya adalah seorang anarkis bukan karena saya percaya dengan anarkisme, tapi karena saya percaya bahwa tidak ada suatu tujuan akhir”

Di awal awal abad keduapuluh satu ini, teori anarki telah mengalami perkembangan dan pembaharuan, seiring dengan persinggungannya dengan teori-teori dari beragam displin ilmu sosial, diantaranya pengadopsian dan pengadaptasian pendekatan yang dikembangkan beragam wacana post-strukturalis . Gerakan dan teori anarki dalam beberapa dekade ini, menjadi cukup lentur untuk “berbaur” dengan beragam gerakan yang secara umum disebut sebagai gerakan anti otoritarian dan gerakan sosial/politk baru, yang secara fundamental didasari pada politik non hirarkis, desentralis, otonom dan swa kelola.

APA YANG SAYA DAN ANDA BUTUHKAN


Banyak orang merasa pesimis bahkan menjadi paranoid jika lembaga pengontrol yang bernama pemerintah tak lagi eksis dalam lingkungan sosial. Cukup beralasankah ketakutan tersebut? Jawabannya adalah IYA! Karena tanpa lembaga pengontrol, maka segala sesuatu yang menjadi keinginan dari tiap-tiap orang menuntut untuk dilaksanakan, dan secara intuitif, hal tersebut berarti sebuah perang antar manusia dalam melaksanakan keinginan-keinginannya. Yang menjadi masalah kemudian adalah—saking takutnya—orang-orang tersebut menyerahkan keputusan-keputusan yang seharusnya bisa diambil dan dilaksanakan oleh orang-orang tersebut kepada lembaga yang ironisnya malah tak bisa dikontrol. Dan secara tak langsung menyerahkan dirinya untuk diperintah dan menuruti perintah.

Kenyataan membuktikan bahwa pemerintah, dalam definisinya yang paling baik: sebagai wakil dari rakyat, tak pernah bisa mengakomodir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan dari rakyatnya. Bahkan di negara yang paling demokratis sekalipun, hak-hak rakyat untuk berdemokrasi dibatasi. Itulah salah satu alasan mengapa seharusnya anda dan saya menolak pemilu dan secara tegas menolak kontrol pemerintah atas hidup anda dan saya. Ketika anda dan saya merasa muak dengan kinerja pemerintah yang hanya itu-itu saja—belum termasuk membuat keputusan lewat undang-undang yang menyesengsarakan anda dan saya serta yang lainnya, mungkin—sebenarnya anda dan saya mencoba untuk mengambil alih (kembali) hidup anda dan saya yang tercuri. Tapi ketika anda dan saya hanya ‘berhasil’ menurunkan pemerintahan yang lama untuk diganti dengan yang baru—dengan pemilu misalnya—sebenarnya anda dan saya belum berhasil, karena yang terjadi adalah pengulangan-pengulangan saja dan keadaan akan tetap sama: undang-undang yang baru akan tetap menyengsarakan anda dan saya. Itulah kompensasi nyata ketika anda dan saya menyerahkan hasrat-keinginan kepada orang lain lewat kotak-kotak suara.

Dan bagaimanapun massifnya suatu demontrasi massa untuk menuntut penurunan harga BBM (misalnya) pada lembaga pemerintahan, takkan pernah dapat menemui titik terang: BBM akan terus naik! Bisa ditunda, tapi tidak bisa tidak naik. Kenapa subsidi untuk anda dan saya dipangkas, sementara subsidi untuk militer dinaikkan? Karena militer mampu melayani kepentingan segelintir orang-orang yang tercatat sebagai agen pemerintah dan yang paling penting: dapat melayani dengan loyal kepentingan pasar (pemodal) dalam kerja mereka untuk terus memiskinkan anda dan saya. Hal ini terjadi terutama sekali di negara dunia ketiga atau negara berkembang. Mengambil alih lahan atau produksi yang seharusnya menjadi milik publik dan mendistribusikannya untuk publik mungkin lebih nyata dari sekedar marah-marah terhadap orang-orang yang telinganya telah tuli di gedung-gedung pemerintahan. Kenapa tidak direbut juga gedung-gedung tersebut untuk dijadikan tempat tinggal bersama bagi anda dan saya yang tidak memiliki tempat tinggal?

Lalu apa alternatif setelah matinya pemerintah, agar kehidupan sosial tetap dapat dikontrol (dalam artian tetap terus berlangsung) dan tidak terjadi chaos (kerusuhan) dan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kepentingan anda dan saya, serta kepentingan bersama?

Apa yang ada dalam benak anda, ketika bahaya mengancam anda? Tentu saja, tanpa komando dari siapapun anda akan menyelamatkan diri. Atau, ketika anda merasa kesusahan untuk mengerjakan suatu tugas dari guru atau dosen anda, dan anda mengajak kawan-kawan anda untuk membentuk kelompok belajar dan setelah berdiskusi panjang lebar, berhasil mengerjakan tugas tersebut secara bersama-sama, bukankah anda membuktikan bahwa anda tidak memerlukan komando atau hirarki atau apapun untuk mengontrol hidup anda? Kontrol sepenuhnya ada di tangan anda! Bukan di tangan pemerintah, partai, atau siapapun.

Lalu bagaimana untuk menghindari bentroknya kepentingan tiap-tiap personal? Ketika hidup anda dan saya tak lagi berorientasi semata-mata pada uang dan meninggalkan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain, maka anda dan saya akan mengerti bahwa pada dasarnya setiap personal hanya ingin untuk dapat memenuhi kebutuhan primernya: sandang, pangan, papan. Uang pun tak lagi memberi ilusi bahwa hanya uanglah yang mampu memberi kebahagiaan pada tiap-tiap personal. Hubungan antar manusia menjadi lebih penting dan lebih menarik untuk dijalani. Satu-satunya ukuran kesuksesan adalah kebahagiaan, bukan karena kaya, mendapat hak istimewa, atau pun gengsi.

Dari uraian singkat di atas, secara jauh saya tidak menafikan akan perlunya kontrol. Yang pertama sekali menjadi pengontrol adalah diri anda dan saya masing-masing. Jika hal tersebut masih belum menghasilkan sesuatu yang maksimal, maka kontrol ke dua adalah sosial. Bukan norma apalagi pemerintah, tapi hubungan simbiosis mutualisme. Pernahkah anda melihat hubungan kerbau dan burung yang sangat akrab? Hal tersebut terjadi karena burung tersebut memakan kutu-kutu (sebagai sebuah simbol yang merugikan) yang bersarang di badan kerbau. Kerbau senang karena tubuhnya tak lagi gatal, sementara burung pun ikut senang karena perutnya terisi. Sampai di sini, masih perlukah alasan bagi adanya pemerintah?

April 9, 2007

PERGINYA SEORANG NIHILIS

pagi ini aku terbangun dengan bayangan mimpiku yang masih mengendap di ingatanku, setelah mimpi itu berlalu aku langsung termenung dan teringat akan sahabat, sekaligus adik, teman seperjuangan dalam mendobrak norma dan rutinitas dengan turun ke jalan.

namanya arif.....

sore ini udara sangat cerah sekali, secerah wajah arif saat aku datang membawa 3 botol minuman kesukaan kami berdua. Tanpa tunggu lamakami langsung membuka tutpnya dan menenggaknya begitu saja, ironisnya kami mabok di pinggir jalan utama / jalan protokol kota kami dan berseberangan / berhadapan langsung dengan bangunan kokoh Mabes Polisi terbesar di jateng yang selalu membuat kami muak. Cita-cita kami bila melihat bangunan itu adalah memuntahkan seluruh isi perut kami di wajah dan seragam para anjing penjaga yang tolol dan tunduk menjilat para atasan demi sebuah status dan jabatan.

namanya arif......

hanya satu hal di dunia ini yang bisa membuat arif tertawa, bahagia dan terkagum-kagum, orang itu tidak lain adalah adik perempuannya. Dia pernah berkata padaku bahwa dia sangat bahagia hidup di jalanan karena di sini dia bisa menemukan kebebasan dan kedamaian yang tidak dia dapatkan di rumah atau dalam rutinitas kehidupan manusia yang membosankan.Tapi di samping itu dia juga sering berkata bahwa kalau tidak 2 minggu sekali / sebulan sekali dia harus pulang " adikku lucu dan imut, rambutnya pendek, selalu riang walaupun dia tahu kalau kedua orang tuaku sebetulnya lebih sayang padaku, tapi dia tidak peduli dan adikku tetap sayang sama aku " ( karena orangtua arif selalu mengharapkan anak pertamanya laki-laki dan itu terkabul ) dan hari itu aku dan arif memutuskan untuk pulang ke rumahnya, benar juga adiknya langsung menyambutnya dengan berbagai macam pertanyaan seperti, mas tak ambilin maem ya ?, mas mau tak beliin rokok apa ?, atau mas mau tak masakin air buat mandi nggak ?..itulah keceriaan dan kesayangan adik arif walaupun adiknya pernah bercerita padaku sambil menangis bahwa dia ingin kalau arif tidak hanya pulang sebulan sekali, tapi setiap hari supaya dia bisa merasakan kehangatan hati kakaknya dan supaya dia bisa bercanda dengan kakaknya....( oh..arif, if you know that story...)

namanya arif......

dia orang yang sangat apatis dan nihilis sekali, " orang atau teman dan semuanya yang ada di dunia ini semu, tidak nyata dan tidak jujur.... semuanya hanyalah ilusi dan kemunafikan, kalaupun ada sahabat yang ada hanya sahabat sehati bukan sahabat sejati, jadi di saat kita sudah tidak sehati lagi dia akan meninggalkanmu..." itulah yang selalu dikatakan arif padaku, dia tidak peduli dengan apa yang orang katakan dan apa yang orang perbuat, dia tidak peduli lagi dengan semua aturan dan batasan. dunia impian seorang arif adalah bagaimana bila barang-barang kesukaannya bisa diganti dengan jasa dalm memdapatkannya bukan uang. Dia juga menganggap jalanan itu tempat yang mengasyikkan dalam mengekspresikan kebebasan, " jalanan itu tidak menakutkan, cuma....yach...sedikit liar " itulah mottonya dalam menggambarkan kehidupan jalanan yang sangat rock n roll

namanya arif.......

hari itu dia sangat gembira sekali karena salah satu teman kami mengatakan akan memberikan minuman yang banyak sekali ( kalau tidak salah hari itu adlah hari perayaan, tapi saya lupa perayaan apa ) saat yang dinanti pun tiba kami mulai berpesta-pora, berpuluh-puluh obat kami konsumsi ( mungkin ini yang dimaksud arif kalau jalanan itu sedikit liar ) aku juga lihat arif tampak bahagia sekali, dia malah bilang padaku mampus sekarang pun dia mau soalnya dia lagi seneng-seneng dan dia masih muda. 2 hari sudah kami tenggelam dalam dunia impian kami masing-masing, kami sudah tidak tahu berapa botol minuman yang sudah kami konsumsi, aku melihat arif sudah mulai nyenyak dalam mimpinya, mungkin dia memimpikan adik kecilnya atau dunia impiannya. Tapi tampaknya ada yang aneh dari caranya tidur, dia tampak pucat dan seperti sedang menahan sakit yang hebat,tak menunggu lama aku langsung membangunkan dia dia terbangun dengan marah-marah,aku memaksa dia untuk makan karena udah 2 hari kita ngga makan cuma minum terus, dia malah marah-marah dan memutuskan mau pulang karena kangen masakan adiknya, " aku mau pulang bercanda sama adikku dulu, soalnya tadi aku bermimpi dia menarikku pulang sambil nangis", kemudian dia mengambil tasnya dan berjalan pulang, saat itupun aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena rindu dengan kaset-kasetku dan anjing kecilku yang bernama devil. Hari itu udara sangat cerah sudah dua hari aku di rumah dan tidak bertemu arif, ketika aku sedang bermain gitar, dari jauh kulihat kekasihku datang ke rumahku dengan berlari kecil, setelah dekat kulihat dia ternyata sedang menangis........

namanya arif.......

aku ingin marah, menangis, dan kecewa melihat arif hari itu, dia sperti bukan arif yang aku kenal,arif yang apatis,arif yang pemarah.
arif terbaring dengan tenang diatas keranda........ya...arif sudah tiada, menurut dokter arif livernya pecah, dia dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dia mengalami rasa sakit yang parah sebelum meninggal, SATU-SATUNYA ORANG YANG MENDAPATI ARIF MENGHADAPI SAKARATUL MAUT ADALAH ADIK KECILNYA.....!!!

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

tanah di pekuburan arif masih basah oleh hujandan tangis dari kita semua, terlebih adik kecilnya yang terus menerus menangis seperti tidak rela dan kecewa, kami mulai menanam bibit pohon di pusara arif sebagai tempat arif berteduh nantinya.sambil menanam bibit aku juga membenamkan sebuah kaset rekorder yang sering arif minta tapi ngga pernah aku berikan.....


ADIOS BROTHA....
LEMME TELL YA SOMETHING.....
THAT I RELLY MISS FRIEND LIKE YA......
SO LONG, BRO......

aku terbangun lagi dari mimpiku, dalam mimpi itu kulihat arif begitu segar dan bersih dan dia berkata dia senang berada di sana, lagi-lagi aku menangis, tapi ini tangisan bahagia.

PUISHIT

BANGUN UNTUK TIDUR


aku terbaring lagi di tempat yang sama seperti kemarin
tubuhku bagai dihempaskan dengan hebat oleh keadaan
aku mencoba untuk bangun dan berontak melawan kenyataan
tapi lagi-lagi aku dirobohkan disertai kekuatan yang dahsyat

norma dan dogma terus menatapku dengan sorot mata penuh benci
seakan aku ini iblis yang berkhianat dan keluar dari adat
yach...memang selama ini aku terus berjuang dan melawan
karena tidak selamanya adat dan norma bisa dijadikan pegangan

sekali lagi tenaga yang hebat itu menekanku
terus mematahkan setiap langkahku yang tegar
namun aku akhirnya mampu bangun walau hanya sekali
sampai aku tertidur hingga batas waktu
yang aku sendiri tak kuasa untuk mengerti


( dedicated to ma great friend who always fight and resist as long as he can life.
until one day, god took his soul to up there somewhere better than in down here )

ADIOS BROTHA..........








KESEHATAN = KEMAUAN DAN KESADARAN

jam 10.00 pagi di depan rumahku yang mungil, bermandikan cahaya matahari yang kata orang menyehatkan karena banyak mengandung vitamin D, tapi bagiku cahaya matahari tetaplah cahaya matahari, karena faktor yang bisa menjadikan orang itu sehat atau tidak hanyalah mutlak kemampuan dan kemauan orang itu untuk sehat....!!!!

orang bisa sehat bukan karena obat-obatan atau vitamin, tapi karena kemauan dan kemampuan bawah sadar yang tuhan ciptakan untuk menopang dan mempertahankan hidup. Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang patah hati karena ditinggal sang kekasih, kemudian dia jadi murung dan jadi pendiam, orang tuanya jadi takut dan khawatir karena sang anak jadi kurus dan sakit-sakitan karena dia ga mau makan yang bergizi dan vitamin, sehingga badannya jadi sakit-sakitan sampai sedemikian parah.Sang anak kemudian dibawa ke dokter, berbagai macam obat diberikan tapi sang anak tak kunjung sembuh dan akhirnya meninggal.....( fiuuhh..that's a sad and silly story )

Di dalam kasus tersebut makanan bergizi, vitamin, obat-obatan tidak menjamin kesehatan dan kehidupan seseorang, yang menjamin seseorang sehat dan bikin hidup lebih hidup adalh kemampuan dan kemauan orang itu sendiri untuk sembuh ( dan Tuhan tentunya ) dan mempertahankan hidup, dan di saat dia sudah tak punya kemampuan itu maka kematianlah yang menjemputnya. ingat bukan MAKANAN, VITAMIN, DAN OBAT.......!!!!!!!

hal-hal itu hanyalah ciptaan manusia yang dibuat hanya untuk mendapatkan keuntungan dan profit semata tidak lebih....!!!! Ingin contoh...ok. kita ambil salah satu benda busuk bernama obat. Obat sebetulnya bukan benda yang menyembuhkan, obat tidak lebih dari sebuah candu yang bila dikonsumsi hanya akan menyimpan dan menyembunyikan penyakit kita , untuk dikeluarkan lagi dalam bentuk sakit yang sama atau dalam bentuk penyakit yang lain beberapa waktu kemudian,jadi bila orang atau perusahaan membuat obat, maka dia tidak akan melihat seberapa ampuh obat itu untuk menyembuhkan penyakit, tapi seberapa ampuh obat itu dalam mencegah suatu penyakit dan seberapa cepat obat memunculkan penyakit yang sama di kemudian hari, sehingga yang mengkonsumsi akan segera kembali dan kembali lagi ke penjual obat atau ke apotek yang hanya akan menggelembungkan dompet bagi yang memproduksi obat tersebut.

sekarang mari kita berpikir secara nalar dan rasional, bila seseorang / seluruh rakyat indonesia akan langsung sembuh dengan hanya sekali membeli dan mengkonsumsi obat, maka bisa dipastikan banyak industri-industri farmasi gulung tikar dan bangkrut, jadi tidak ada satupun obat yang MENYEMBUHKAN ,yang ada hanya membuat kita jadi konsumtif dan menghbis-habiskan uang untuk membeli obat yang hanya bisa memperkaya segelintir orang....am i right......!!!!

semoga setelah membaca tulisan ini anda dapat tertawa terbahak-bahak bila menyaksikan iklan yang mengatakan " MINUMLAH OBAT SEBELUM TERLAMBAT......" ha...ha...ha...

GRACIAZ


April 4, 2007

STOP KONSUMSI MC'D

Di bawah ini adalah alasan-alasan mengapa anda harus menghentikan mengkonsumsi MCD sekarang juga, di luar fakta bahwa MCD adalah perusahaan kapitalis yang sudah membodohi para pemuja konsumerisme.

Tahukah anda ayam di peternakan MCD digemukkan secara tidak wajar dengan menyuntikkan zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh dengan dosis yang sangat tinggi.
Tahukah anda ayam MCD juga disuntik zat perangsang lapar sehingga mereka memakan apa saja bahkan memakan ayam-ayam yang lain
Tahukah anda ayam MCD dipatahkan kakinya sehingga mereka tidak bisa berjalan dan ototnya tidak bekerja supaya dapat gemuk dengan cepat.
Tahukah anda mengkonsumsi MCD dapat menyebabkan obesitas yang dapat mengancam jiwa anda
Tahukah anda sapi MCD dimasuki selang mulutnya untuk dipaksa menelan air sebanyak-banyaknya agar menjadi gemuk
Tahukah anda kandang sapi MCD dibuat pas bahkan mepet dengan ukuran tubuh sapi supaya mereka tidak banyak bergerak,dan hanya bisa makan dan minum saja



Apakah anda masih merasa keren pada saat mengkonsumsi MCD, karena yang saya lihat hanyalah orang bodoh yang mencoba membeli kematiannya sendiri, bahkan di negara asal MCD sendiri pemerintahnya sudah mulai melarang rakyatnya untuk mengkonsumsi MCD karena angka kematian akibat obesitas sangat tinggi.
Jadi stop konsumsi MCD sekarang juga, karena lebih bergizi, lebih sehat, dan lebih halal untuk mengkonsumsi tahu dan tempe.....


GRACIAZ

APALAH ARTI SEBUAH PUNK

Kemarin seorang teman yang habis maen di kota besar pulang ke kota saya tercinta ini, dalam pandangan saya dia bukanlah seorang punk dan dia bukanlah seorang yang sok anarkis, dia tidak pernah membahas masalah punk atau masalah anarkisme atau issue-issue global. Tapi yang saya tahu dari cara dia memandang hidup, dari cara dia menghadapi yang namanya sistem dan pemerintahan dan dari cara dia mempengaruhi orang dengan tindak-tanduk dan pola pikirnya dia adalah seorang anarkis.

Kemudian dia bercerita tentang keadaan komunitas punk di kota besar tersebut ( dia juga bergaul dengan komunitas tersebut ), dia mengatakan bahwa di sana ada fenomena yang menurut dia sangat tidak penting dan tidak esensial sekali untuk diperdebatkan.Komunitas di sana selalu meributkan masalah punk atau tidak punk, anarkis atau tidak anarkis, berdedikasi atau tidak berdedikasi ( ini yang paling parah ). Menurutnya mereka terjebak dalam pengkotak-kotakkan yang diciptakan mereka sendiri. ( menurut saya ketika orang bilang bahwa dia tidak mau dikotak-kotakkan, sebetulnya tanpa dia sadari dia sudah menciptakan batasannya sendiri ) yang lebih aneh mereka berani memberikan cap bahwa band/komunitas yang tidak peduli, seenaknya sendiri dan tanpa tujuan itu dianggap tidak berdedikasi.....GUBRAKKK.........!!!!! saya jadi heran apasih tujuan mereka dengan mengatakan bahwa ini punk dan itu tidak punk, ini anarkis dan itu tidak anarkis, ini berdedikasi dan itu tidak berdedikasi.ataukah hanya untuk menyatakan bahwa saya lebih punk dari kamu, saya lebih anarkis dari kamu, saya lebih berdedikasi dari kamu. Kalau dengan kacamata seperti itu saya bisa saja mengatakan bahwa sekarang ini banyak orang di luar komunitas punk yang jauh....lebih anarkis daripada komunitas punk itu sendiri, karena sekarang punk merasa dia yang paling anarkis karena dia seorang punk, sedangkan di luar itu tidak, karena mereka terjebak dengan ke-aku-annya dan berpendapat bahwa punk itu anarkis dan anarkis itu punk, di luar itu tidak dan mereka merasa lebih kritis dan lebih tahu tentang anarkisme di banding orang di luar komunitas tersebut.

Ada sebagian orang yang tidak mau / tidak bangga disebut sebagai seorang punk. Menurut saya , saya akan sangat bangga sekali sebagai seorang punk yang memiliki kesadaran tinggi demi terwujudnya masyarakat anarkisme. Karena menurut saya masyarakat anarkisme adalah sebuah masyarakat yang sangat ideal dengan segala interaksi di dalamnya.
Tapi saya tidak akan pernah bangga sebagai seorang punk seperti yang dibicarakan teman saya. Saya bukanlah seorang punk, tapi yang saya tahu pasti adalah saya seorang anarkis, biarlah saya melabeli diri saya sendiri karena anarkisme sangatlah luas dan universal pehamannya dibanding hanya sebagai seorang punk dan saya sangat bangga

GRACIAZ

April 3, 2007

PENINDASAN DUNIA KERJA

Memang tidak dapat dipungkiri dalam dunia kerja pasti ada penindasan.Disadari atau tidak sifat arogansi para pemilik modal terhadap pekerja sangat mencolok, mereka merasa bahwa uang memegang kendali atas segalanya, jadi kalau kamu butuh uang maka dengan sendirinya kamu akan menghampiri para pemilik modal untuk meminta pekerjaan, dan dengan hukum yang seperti itu maka para pemilik modal akan merasa punya kontrol penuh terhadap dirimu karena mereka punya apa yang kamu butuhkan. Jadi mereka sah-sah saja untuk menyuruh kamu melakukan apapun yang jadi keinginannya.

Hal ini diperparah oleh mental-mental para pekerja di indonesia yang memegang tradisi buruk nenek moyang yang mengharuskan orang yang lebih rendah untuk menyediakan dirinya nurut aja ketika haknya diinjak-injak oleh orang yang yang lebih tinggi status sosialnya, karena ketika mereka ingin melawan, mereka takut untuk dipecat, atau dilaporkan ke pihak berwajib.sehingga mereka tidak bisa lagi mencari penghasilan untuk menyambung hidup, atau untuk menghidupi keluarga.

Contoh kasus ini juga terjadi di perusahaan tempat saya bekerja, saya sudah bekerja di sini selama 3 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut saya sudah bisa melihat bahwa perusahaan ini banyak menghasut dan menipu para pekerjanya ( karena saya dengan berbagai cara bisa menyusup ke ruang accounting dan sukses memeriksa kondisi keuangan perusahaan ). Perusahaan ini mempekerjakan sdm-sdm yang berpendidikan rendahdan digaji dengan sangat rendah pula ( perlu diketahui bahwa perusahaan ini bergerak di bidang ekspor dengan omzet tinggi ) pemilik menanamkan doktrin dan ancaman bahwa dia satu-satunya pabrik yang mau mempekerjakan karyawan yang berpendidikan rendah, sehingga sudah untung mereka bisa bekerja dengan latar belakang seperti itu.

Puncak masalah terjadi pada saat meeting, di situ dikatakan bahwa produksi mulai menurun, pekerja mulai seenaknya sendiri dan dia mengancam akan mengadakan efisiensi besar-besaran dan menghilangkan fasilitas perusahaan untuk kesejahteraan karyawan. ( sebetulnya pabrik ini kolaps karena uang pabrik untuk membiayai keluarga besar pemilik perusahaan yang kesemuanya bergaya hidup mewah )

Akhirnya saya tidak tahan lagi dengan kondisi seperti ini, sayapun memutuskan mengadakan pertemuan dengan para karyawan. Saya menjelaskan bahwa cara kerja mereka selamaini keliru, saya menerangkan bahwa sebetulnya justru pemiliklah yang membutuhkan kita bukan malah sebaliknya, karena tanpa pekerja pabrik tidak akan berjalan. Dan saya menyarankan untuk menolak patuh, kita bekerja di sini karena kita punya keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan, bukan karena kita mentok dalam mencari pekerjaan ( karena pemilik sering seenaknya menyuruh karyawan untuk keperluan pribadinya ) dan bila pabrik nekat melakukan efisiensi, kita juga akan nekat untuk melakukan mogok massal, atau pengunduran diri besar-besaran (sampai saat tulisan ini saya buat keadaan masih tegang) dan saya tidak akan berhenti bekerja sebelum perusahaan ini hancur atau sebelum perusahaan ini menghargai kerja karyawannya.

Saya tidak pernah berharap terlalu besar untuk mewujudkan masyarakat anarkis......
Yang saya lakukan hanyalah membentuk para anarkis baru, yang langsung berhadapan dengan sistem....
Saya jarang sekali melakukan kegiatan diskusi........
Karena menurut saya terlalu banyak diskusi hanya akan mengulur-ulur aksi.....

GRACIAZ......
sevenmiraclez (angkamati@yahoo.com)

REVOLUSI PRANCIS

Doug Lorimer

Pelajaran-Pelajaran dari Revolusi (yang gagal) 1968

( tapi menurut saya ini revolusi yang paling sukses sepanjang sejarah. : ed)

Revolusi Perancis di tahun 1968 dimulai pada bulan desember 1967 dengan pemogokan delapan sekolah tinggi/lanjutan (setingkat SLTA) untuk mensupport sebuah demonstrasi menentang kebijakan pemerintah yang memotong anggaran jaminan sosial. Aksi tersebut diiukuti oleh sekolah-sekolah lainnya di bulan Januari 1968, mereka (para demonstran), di aksi lanjutan ini, melakukan protes atas dikeluarkannya para aktivis dari sekolah.

Para siswa yang dikeluarkan adalah anggota dari the Jeunesses Communistes Revolutionnaires (JCR), sebuah organisasi pemuda sosialis revolusioner yang bergabung dengan Internasionale ke Empat.

JCR, yang mengadakan konferensi yang di hadirir 120 aktivis kampus dan sekolahan di bulan april 1966, adalah sebuah kekuatan politik sentral dalam radikalisasi di kalangan mahasiswa dan pelajar (selanjutnya disebut studen) Perancis.

Radikalisasi ini dipenuhi dengan membesarnya perasaan tidak puas atas sistem pendidikan yang ada.

Dalam tahun-tahu setelah Perang Dunia II, ada perkembangan yang cukup mencolok dari mahasiswa yang ada di Universitas-universitas di Perancis : dari 123.000 di tahun 1946 menjadi 514.000 ditahun 1968. Dalam buku Revolusi Perancis 1968 yang diterbitkan di tahun yang sama, jurnalis koran London Observer Patrick Seale dan Maureen McConville menjelaskan konsekuensi dari hal tersebut :

“Jumlah tekanan yang besar (the sheer persure of number) menghapuskan segalanya. Dibawah beban, universitas-universitas, dan terutama sekali Sorbonne, mengubah karakter mereka dari klub kecil yang elitis menjadi inefisien, pabrik yang jorok dari pendidikan, dimana semuanya dikorbankan untuk problem kecil yang melibatkan semua orang…”

Ketika kondisi ini menjadi basis untuk pembesaran dari ketidakpuasan, ada sikap oposisi terhadap perang yang dilakukan imperialis untuk melawan revolusi vietnam, yang mana hal tersebut merubah ketidakpuasan-ketidakpuasan menjadi sebuah radikalisasi yang massif melawan masyarakat borjuis sebagai kesatuan.

Seale dan McConville memberikan penjelasan yang sangat gamblang atas peranan Gerakan Anti Perang Vietnam dalam perkembangan aktivitas politik para studen. Mereka menulis :

“Salah satu dari pemangdangan yang mengejutkan dari Revolusi mai adalah ketika para studen meriakkan slogan : KEKUASAAN ADA DI JALANAN BUKAN DI PARLEMEN ! Ini adalah sebuah fenomena yang membuat pemerintahan barat (western) menggigil : ini semua adalah sebuah penolakan atas institusi-institusi politik yang sangat elitis dan nilai-nilai yang di tanamkan oleh orang tua mereka…”

“Dari bulan desember 1966, serombongan Comites Vietnam lyceens (CVLs) – komite sekolah untuk Vietnam-dibentuk di Perancis. Mereka adalah bagian kecil dari kelompok ( yang ) berselisisih dengan organisasi sekolahan Partai Komunis Perancis (CPF)…karena mereka berpendapat kebijakan CPF atas Vietnam sangat jinak atau moderat sekali…”

Partai Komunis (selanjutnya kita sebut CP), seperti Partai Stalinis lainnya di dunia, berpihak pada sikap “perdamaian” yang abstrak atau negosiasi, dari pada menyuruh para imperialis untuk minggat dan membiarkan penduduk Vietnam untutk menentukan nasibya sendiri.

Seale and McConville menuliskan bahwa CVLs telah diinisiasi dan di gabungkan kedalam Committee Vietnam National (CVN) :

Pada musim gugur tahun 1966, JCR dan sekutu-sekutunya, seperti beberapa “Castrois”, the Parti Socialiste Unifie (PSU), dan sebuah kelompok sayap kiri yang melepaskan diri dari grup sosialis, membentuk sebuah organisasi front Vietnam yang bertujuan untuk mendapatkan opini publik yang lebih besar. Organisasi tersebut bernama Committee Vietnam National (CVN)…beberapa (a litter) komite CVN tumbuh di sekolah dan, meskipun beroposisi dengan kepala sekolah, mereka mampu membuktikan kesuksesan-nya dalam pemobilisasian massa. Karena hal tersebutlah kubu politik sayap kiri memutuskan untuk memobilisasi mereka dalam setiap aksi-aksi politik.

Dari komite-komite sekolah untuk Vietnam itulah CALs (semacam serikat pelajar radikal) terbentuk. “CVLs”, dijelaskan oleh Seale dan Mconville,” menyediakan infrastruktur bagi pembangunan CALs, dari protest mengenai Vietnam menjadi aksi-aksi terhadap persoalan-persoalan yang ada di Perancis secara spesifik”.

Berikut penjelasan dari proses ini :

“Serikat Buruh Perancis, UNEF (serikat mahasiswa nasional) dan serikat pelajar mengadakan aksi mogok pada 13 Desember 1967. Aksi ini dilakukan untuk memprotes kebijakan pemerintah yang memotong anggaran jaminan sosial. Yang mengejutkan dalam aksi ini adalah bergabungnya hampir separo penduduk kota Paris…Di bulan Januari 1968, Roman Goupil-seorang pelajar yang masih berumur 16 tahun- yang mengorganisir aksi di Lycee Condorcet, dikeluarkan dari sekolah dengan alasan dia telah menghasut kawan-kawannya agar meninggalkan kelas dan bergabung dalam aksi..para pemimpin dari CVLs berdiskusi melalui telepon dan membahas rencana mereka selanjutnya untuk menyikapi kasus ini. Mereka memutuskan untuk mengadakan aksi, ratusan massa berpartisipasi dalam aksi tersebut dan meriakkan yel-yel tuntutan tentang kekebasan dalam berekspresi (Freedom of expression in the lycees), yang tampaknya yel-yel tersebut sangat mudah untuk dipahami seperti yang diyakini oleh para pemimpin komite…”

Tanggal 22 Maret 1968 polisi menangkap lima orang aktivis anti-perang setelah peristiwa pemboman Bank Amerika di Paris. Dan di siang yang sama ratusan mahasiswa menduduki gedung admisnistrasi di Nanterre untuk memprotes penahanan tersebut. Kemudian Dekan merespon itu semua dengan menghentikan semua kegiatan perkuliahan. Semenjak kejadian itu tiada hari tanpa aksi dan demonstrasi di Nanterre.

Sebuah kampanye untuk memboikot ujian di luncurkan. Tanggal 2 dan 3 mei direncanakan sebagai “Hari Studi Anti-Imperialis” di Nanterre. Sekali lagi, penguasa kampus mengalami kepanikan dan akhirnya mereka menutp kampus.

Tanggal 3 mei, para mahasiswa di Sorbonne dan CALs di beberapa sekolah atas di Paris menyatakan solidaritasnya atas kejadian yang menimpa kawan-kawan mereka di Nanterre. Dan di sore yang sama ratusan mahasiswa dan pelajar yang melakukan demonstrasi harus berlarian untuk menghindari tindakan brutal dari polisi.

Seale dan McConville menulis :

“ Pertempuran jalanan di 3 mei, yang mengikuti invasi dari polisi ke Sorbonne, mengakibatkan effek yang sangat hebat bagi orang-orang muda. Kegiatan di kelas-kelas menjadi terhenti karena para pemuda itu ingin mendiskusikan situasi yang sedang terjadi, kemudian mereka mulai menggabungkan diri dengan demonstrasi-demonstrasi yang ada, walaupun banyak juga yang terluka setelah berpartisipasi dalam demo-demo tersebut. Tanggal 10 May CALs mengadakan aksi mogok serentak seharian penuh di Paris. Aksi ini diikuti kurang lebih 8-9 ribu partisipan, mereka berjalan untuk menemui senior mereka yang sudah lebih dudlu melakukan aksi besar dan berakhir pada barikade…”

“Setelah Sorbonne diduduki, CALs mengambil alih Grand Amphitheathre untuk rapat umum di 19 mei. Dan setelah pertemuan tersebut mereka memutuskan untuk mengadakan aksi mogok serentak dan menduduki sekolah-sekolah. Hari selanjuttnya gerakan ini diikuti dengan massa yang lebih besar lagi, guru-guru mulai bergabung dan menghabiskan malam-malam mereka bersama-sama dengan para demonstran. Komite-komite juga mengdakan diskusi-diskusi yang tidak hanya membahas tentang problem sekolah dan kampus saja tapi juga membahas permasalahan-permasalahan politik, dengan topik-topik seperti perjuangan studen di eropa, aturan-aturan kampus di masyarakat, jarinan buruh-studen, dll…”

Hasil yang sama juga didapatkan oleh para pemimpin-pemimpin mempunyai ploitical advanced di kampus selama pendudkan itu.

Tapi sebagaimana Seale dan McConville berkomentar di bukunya :

“Para buruh tidak bergabung dengan aksi protes nasional yang dilakukan oleh studen, meskipun kejadian mei mempunyai effek yang sangat signifikan bagi ledakan-ledakan studen di Berlin, Roma atau Buemos Aires. Benar-benar situasi yang sangat kontradiktif…dimana para studen memberikan sesuatu yang dicontoh secara cepat oleh kawan-kawan mereka di lain negara, membawa krisis ini ke level yang lebih tinggi. Akan tetapi para pekerja tetap dengan tenang bekerja dan menunci gerbang mereka rapat-rapat…”

Di tanggal 7 mei, 30.000 menduduki jalan-jalan di kota Paris selama lima jam penuh, menuntut agar kampus dibuka kembali dan para aktivis yang ditahan di bebaskan.

Sebuah pelajaran bagi massa aksi berhasil dipetik di tanggal 9 mei di daerah Latin Quarter, daerah sekitar Sorbonne. Ketika itu massa memaksa untuk bertahan sampai besok, jumat 10 mei, dan kejadian itu menjadi terkenal dengan sebutan malam barikade-barikade (night of barricades) ketika 35.000 demonstran merusak barikade dan terjadi perang batu dengan CRS (polisi anti huru-hara perancis).

Sekitar 400 studen masuk rumah sakit. Dan banyak lainnya yang terluka akibat tindakan CRS. Meskipun begitu, para studen tidak kalah. Masyarakat mengecam tindakan brutal polis-yang ditayangkan oleh stasiun televisi- dan mendesak pemerintah untuk memenuhi tuntutan studen.

Tanggal 11 mei, para pemimpin buruh dari tiga konfederasi serikat buruh merespon opni publik yang sedang berkembang atas tindakan represif yang dilakukan polisi, dan mereka merencanakan aksi mogok nasional selam 24 jam penuh yang akan diadakan pada hari senin tanggal 13 mei.

Di hari itu sekitar satu juta buruh dan studen berjalan menuju kota Paris. Kontingen studen secara eksplisit menyatakan unutk mengakhiri kepemimpinan rezim semi bonarpatis Charlesde Gaulle sambil menyanyikan lagu “sepuluh hari sudah cukup”. Bendera Tricolore diturunkan dari gedung-gedung pemerintahan dan diganti dengan bendera MERAH. Akan tetapi aksi di 13 mei ini tidak direspon lebih lanjut oleh para aristokrat-aristokrat serikat buruh dan mereka pun kecuali perintah unutk membubarkan diri.

Bagaimanapun, aksi para pekerja tersbut telah membesarkan hati para studen, dan sekita 20-25 ribu buruh bertemu dan memutuskan untuk bergabung dengan para studen dan menguasi Sorbonne.

Tanggal 14 mei para pekerja kembali ke pabriknya masing-masing, tapi mereka kembali dengan rasa percaya terhadap kekuatan dari mobilisasi massa. Kejadian ini terutama sekali dialami para buruh-buruh muda, yang banyak dari mereka telah bergabung dalam aksi protes studen mulai tanggal 3-10 dan ikut bertempur bersama studen di malam barikade.

Secara spontan, para pekerja mulai mengambil alih pabrik. Di 14 mei para pekerja pabrik SudAviation di Nanterre mengunci manajern di ruang kerjanya dan menyatakan mereka telah mengambil alih pabrik.

Dihari yang sama, para pekerja pabrik Renault meninggalkan peralatannya dan mendeklarasikan perebutan pabrik. Besoknya mogok menjalar ke dua pabrik renault l;ainnya dan sorenya pabrik tersbesar renault di Parisian suburban dari Biliancout tidak bisa menjalankan prose produksi karena 30 ribu pekerjanya melakukan aksi mogok.

Dari kejadian tersebut, aksi mogok terjadi di hampir seluruh daerah di peranci. Sebagaimana yang dikatakan seorang buruh mudsa renault : “Para studen memulai kereta berjalan, dan kita berterima kasih. Ketika kita melihat kereta berhenti dan akan mulai berjalan lagi, kami mulai berelompatan unutuk naik “

Dalam waktu seminggu aksi mogok ini telah melibatkan 10 juta dari 15 juta pekerja yang ada di Perancis.

Perlawanan massa studen berperan sebagai sebuah detonator dalam sebuah pemberontakan massif para pekerja. Tapi sebuah detonator tidak akan bekerja kecuali ada bahan yang berpotensi sebagai bahan peledak. Apakah bahan yang berpotensial sebagai bahan peledak itu ?

Ketika negara-nerga industri kapitalis mempunyai pengalaman sedikitnya selama dua dekade dari pemtumbuhan ekonomi yang berlangsung secara pesat, kesenjangan sosialpun semakin lebar. Sebanyak satu juta orang dan hampir separo dari penduduk Perancis yang mempunyai pendapatan, dibayar dengan upah yang sangat rendah yang mana pendapatan tersbut hanya mencapai satu level diatas level subsistence.

Selain itu, di 1968 lebih dari satu juta orang tidak mempunyai perkerjaan atau menganggur, kesemuanya itu memukul perasaan buruh-buruh muda. Di Burgundi, sebagai contoh kecil, 25 % pemuda di bawah usia 25 th menjadi pengangguran.

Hak berserikat di pabrik-pabrik diabaikan. Satu-sarunya jalan untuk mengekspresikan ketidakpuasan adalah melalui aksi-aksi massa. Tahun 1967, di pabrik renault di Le Mann dan Caen terjadi perang batu dengan polisi selama terjadi pemogokan.

Sebagaimana diamati oleh Seale dan Mc Convile : “ Para pekerja menolak untuk mengadakan negosiasi, dan menggunakan cara-cara yang lebih keras. Ini berarti sebuah upaya pengambil alihan…”

Ketika mengambil metode aksi massa, para pekerja menggerakkan sebuah revolusi sosial yang masih yang mana mereka mempunyai potensi revolusioner yang jernih.

Ini semua adalah hasil dari fomat-format yang dibikin oleh komite-komite aksi massa yang ada di Paris. Mereka tidak hanya bermunculan di sekolah-sekolah, universitas-universitas, kantor-kantor pemerintahana, asosiasi profesional, dan tempat-tempat kerja, tapi juga di daerah-daera pemukiman.

Menurut Seale dan Mc Conville, “ Apayang menjadi gam,baran umum mereka…adalah sebuah ide tentang revolusi yang harus kamu lakukan sendiri, tanpa harus meninggalkan yang lainnya. Itu semua adalah keingnan untuk terpimpin dalam aksi-aksi ekstraparlementer “

Gerakan ini mencapai puncaknnya di minggu terakhir di bulan mei, ketika terdapat sekitar 450 komite yang ada di Paris (belum daerah lainnya). Bagaimanapu, mereka tetap terlokalisir dan hanya kehilangan koordinasi di kota-kota yang mempunyai basis besar.

Di luar paris perkembangan yang sama juga terjadi. Yang paliang bagus adalaha apa yang terjadi di Nantes, utara Brittany di 23 mei. Sebuah komite sentrak pemogokan- yang terdiri dari serikat buruh, petani dan sruden-mengadakan aksi di balai kota, dan mendeklarasikan dirinya sebagai penguaa baru kota praja tersebut.

Dan di gedung-gedung sentral pemerintahan, terutama di kota paris, sudah ditinggalkan oleh para penghuninya, hanya ada para penjaga pintu dan polisi yang kekuatannya sangat kecil.

Atas perkembangan ini, Sean dan Mc Conville menulis: “ Pemogokan yang terjadi di Nantes berubah dari yang awalnya sebuah aksi protes menjadi aksi revolusi. Disana muncul embrio-embrio pengganti institusi tua masyarakat borjuis, yang mana itu semua diparalelkan dengan aksi mogok…”

Selama seminggu, dari 24-30 mei, pemerintahan De Gaulle mengalami kegoncangan yang cukup hebat. Akan tetai sayangnya CP dan pemimpin-pemimpin serikat buruh menolak untuk melakukan penggantian-atau sebuah insureksi-pemerintahan.

Dan yang lebih parah lagi, ketika 10 juta perkerja sedang menjalankan aksi mogo, para aristokrat-aristokrat serikat buruh ini menolak rancangan diadakannnya sebuah aksi mogok nasional.Mereka membatasi diri hanya pada tuntutan ekonomis seperti kenaikan upah, jam kerja yang lebih pendek, dll. Bahkan mereka bekerja sama dengan rezim De Gaulle dengan mengatakan studen-studen yang radikal sebagai provokator.

Di 29 mei, CP dan pemimpin federasi serikat buruh (CGT) membuat aksi sejuta massa di jalan-jalan kota Paris dimana, untuk pertama kalinya, pemimpin-pemimpin Stalinis mengikuti slogan-slogan politik yang ada. Mereka juga berada di barisan yang sama dengan para demonstran yang menuntut sebuah Pemerintahan Rakyat.

Dan di saat-saat terakhir, para bangsawan-bangsawan CGT itu memerintahkan massa unutk membubarkan diri. Nggak ada lagi rally, nggak ada lagi speakers…

Malam itu De Gaulle berkonsultasi dengan para jendralnya. Sebuah rencana telah berhasil disusun, dan para tentara yang paling loyal kepadanya telah di mobilisasi. Markas besar oprasi militer mengambil tempat di Verdun. Besoknya pada pukul 04.30 pm, muncul di televisi dengan mengabarkan bahwa pertemuan nasional yang terjadi tidak berhasil menghasilkan solusi dan menawarkan pemilu unutk memilih anggota parlemen di tanggal 23 Juni.

Melihat hal itu, birokrat-birokrat CP meneriwa dengan antusias tawaran dari De Gaulle. Seminggu sebelum pemilihan,mereka (CP) brlomba-lomba dengan kubu Gaullis dan dengan yakin mengatakan bahwa mereka lah penguasa baru Perancis. Seminggu setelah pidato De Gaulle, para pekerja mencapai kata sepakat dengan para bangsawan seikat buruh. Dan pada pemilu, para pendukung De Gaulle meningkatkan support mereka terhadap pimpinannya.

Dari pertengahan mei sampai pertengahan jni 1968, Perancis di cengkeram oleh pemberontakan buruh yang hebat di dalam sejarahnya, tapi sayangnya semua itu harus di akhiri dengan pemilu yang malah memperkuat Partai-partai yang berkuasa, Banyak orang-orang kiri revolusioner menjuluki CPF sebagai pengkhianat. Tapi bagaimana sebenarnya birokrat-birokrat CPF bisa melakuakan pengkhianatan dan dari 10 juta massa yang ada hanya sedikit yang mengambil sikap oposisi ?

Inilah pelajaran yang berharga dari mei-juni 1968. Ketika kelas pekerja Perancis ambil bagian dalam aksi, dimana (peranan kelas pekerja itu) menjadi sebuah potensi dinamis revolusioner bagi mereka (kelas pekerja), tapi mayoritas kelas pekerja Perancis tidak mampu secara cepat untuk melewati batasan antara tuntutan-tuntutan mendesak yang bersifat ekonomis dan perubahan masyarakat secara radikal.

Ada kesenjangan kesadaran revolusiner (lack of revolutionary consciousness) di antara mayoritas kelas pekerja, dan mampu dimanfaatkan oleh bangsawan-bangsawan serikat buruh reformis untuk di giring ke ilusi pemilu parlementer.

Revolusi-dalam skala dan militansi yang hebat- sebagai mana di ekspresikan oleh Lenin di tahun 1902 dalam pamplet Apa yang harus dikerjakan :” Sejarah semua negeri menunjukkan bahwa kelas pekerja, dengan kemampuan yang mereka miliki, mampu unutk mengembangkan kesadaran serikat buruh…”

Kesadaran sosialis revolusioner, sebagaimana ditekankan oleh Lenin, hanya dapat dipasokkan ke kelas pekerja dari luar, ketika terjadi perlawanan spontan antara kelas pekerja dengan pemerintah, melalui ideologi yang membaja dan kerja-kerja organisasi dari sbeuah Part Marxis Revolusioner.

Kekuatan marxis revolusioner Perancis di Mei-Juni 1968 hany berjumlah sekitar 300-400 orang. Mereka tidak punya kekuatan unutk menantang hegemoni ideologis yang dilakukuan para pemimpin buruh reformis.

Daniel Bensaid, dulunya adalah salah seorang pimpinan JCR dan sekarang menjadi anggota pimpinan dari Ligue Communiste Revolutionnare, juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengatakan :

“ Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa itu (kejadian di mei-juni’68) adalah aksi mogok besar terkhir di abad ke sembilanbelas ini. Tapi mungkin juga menjadi aksi mogok besar pertama di abad ke-21. Kita tidak tahu dan itu semua tergantung pada apa yang kita lakukan saat ini…”

“…kelas pekerja telah di format sedemikian rupa selama bertahun-tahun oleh kemakmuran dan expansi dari welfarestate, seperti hak-hak yang demokratis. Tahun 1968 bukanlah sebuah krisi revolusiner seperti di 1920an, 1930an..”

“Ya, memang terdapat sebuah gerakan yang mendalam dari kelas pekerja yang mampu mengguncang borjuasi, tapi tidak terdapat faktor subyektif, tidak ada kepemimpinan revolusioner yang mengakar di kelas pekerja. Kekuatan dari birokrasi membuat kita harus melakukan sesuatu dengan tingkat kesadaran mayoritas massa kelas pekerja. Kita dapat melihatnya sekarang lebih baik..”

Sebagaiman disimpulkan oleh Bensaid,” Ada sebuah usaha untuk mendepolitisasi interpretasi atas kejadian tahun 1968. Kita harus mempertahankan makna politis yang sebenarnya dan dinamisasi di tahun 1968, tidak hanya merayakannya tapi juga haru mampu memberikan ari yang politis..”

Bagi kita sekarang, itu semua berarti melakuakn rededikasi diri kita untuk memperkuat kekuatan revolusioner yang sadar di negeri ini agar kita dapat mempersiapkan sceara lebih baik transformasi gerakan spontan kelas pekerja, yang mana mampu mengguncang para kapitalis, ke dalam sebuah perlawanan revolusioner untuk kekuasaan kelas pekerja dan sosialisme.



[1] Doug Lorimer menjabat sebagai eksekutif nasional Partai Demokratik Sosialis (DSP) Australia.


SUB COMMANDANTE MARCOS

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ejército Zapatista de Liberación Nacional, EZLN) adalah kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional. Juru bicara mereka, tapi secara teknis bukanlah pemimpin mereka yang menyebut dirinya dengan sub-comandante, adalah Subcomandante Marcos. Seluruh comandante berasal dari suku Mayan, Indian Amerika.

Banyak kalangan menganggap bahwa gerakan Zapatista merupakan revolusi pasca-modern pertama: sebuah kelompok revolusioner bersenjata yang antikekerasan yang menggunakan teknologi modern telepon satelit dan internet sebagai suatu cara untuk menggalang dukungan domestik dan luar negeri. Mereka menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan antiglobalisasi yang lebih luas.

Zapatista menuai perhatian dunia karena daya inspirasinya yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktek kehidupan swadaya masyarakat adat.

Nama Zapatista diambil dari Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusi Meksiko.

JIM MORISSON

Jim Morrison
Retrato de Jim Morrison



Kejenuhan terhadap atribut dan gaya Modern memengaruhi semua bidang. Dalam seni Andy Warhol menjadi sumber ide-ide pop art, dalam musik The Beatles mengangkat musik rock, serta musik blues mulai dihidupkan oleh orang-orang kulit putih.
Salah satu pemain dalam perkembangan musik era tersebut adalah The Doors yang beranggotakan Jim Morrison, Ray Manzarek, John Densmore dan Robby Krieger. Band ini cukup pendek umurnya — hanya empat tahun sejak dirilisnya album pertama — karena Jim Morrison sang vokalis meninggal dunia di Paris pada bulan Juli 1971 secara misterius (ada yang mengatakan overdosis LSD, misterius seperti kematian Jimi Hendrix dan Janis Joplin) dan dimakamkan di pemakaman Le Père Lachaise Cemetery, Paris. Sebelum berangkat Jim sempat menulis buku puisi dan melakukan rekaman yang kemudian dirilis menjadi album di tahun 1979 berjudul An American Prayer.

Jim yang terlahir 8 Desember 1943 sebagai James Douglas Morrison merupakan anak dari keluarga militer yang dididik sangat ketat. Salah satu kejadian yang penting bagi Jim adalah saat bepergian di New Mexico dan melihat Indian berdarah dan sekarat. Oliver Stone menggambarkan hal ini dalam filmnya yang berjudul sama — The Doors (1991), yang dibintangi oleh Val Kilmer dan Meg Ryan. Dulu saya nonton VHS-nya. Cukup mirip Val Kilmer berperan sebagai Jim hingga ada joke “Ada dua yang mirip dengan Jim Morrison: Pertama Val Kilmer dan kedua adalah Jim Morrison sendiri”.

Jim sebagai penulis lagu yang juga penulis puisi memberi warna vokal tersendiri pada grup The Doors. Lirik-lirik Jim sangat tajam dan kadang vulgar, namun inilah kekuatan The Doors di mata penggemarnya. Setiap konser yang dinanti adalah sosok Jim, aksi panggungnya selalu transenden (seperti mabuk dalam arti negatif) dan konsernya selalu berakhir dengan keributan.

Ray Manzarek yang memainkan organ membuat warna musik rock yang berbeda dengan grup musik lainnya. Instrumen organ akhirnya semakin banyak dipakai terutama pada band-band progressive rock seperti Pink Floyd, Yes dan Rush.

Momen penting lainnya pada era tersebut adalah konser Woodstock Festival di New York pada tahun 1969 yang dikunjungi 500.000 lebih penonton selama tiga hari di pertengahan Agustus. The Doors sendiri tidak ikut dalam festival ini, saya lupa karena apa, kalau tidak salah sedang menghadapi persidangan Miami karena ulahnya yang sering mabuk dan teler. Tahun 94 beberapa rekan di kampus patungan membeli film dokumenter Woodstock 1969 ini dalam bentuk Laser Disc sebanyak 3 disc (durasi film 4 jam lebih).

Berikut salah satu quote tentang dirinya sendiri:

I like ideas about the breaking away or overthrowing of established order. I am interested in anything about revolt, disorder, chaos, especially activity that seems to have no meaning. It seems to me to be the road towards freedom - external freedom is a way to bring about internal freedom.

Dan tentang kebebasan:

The most important kind of freedom is to be what you really are. You trade in your reality for a role. You trade in your sense for an act. You give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask. There can’t be any large-scale revolution until there’s a personal revolution, on and individual level. It’s got to happen inside first. You can take away a man’s political freedom and you won’t hurt him- unless you take away his freedom to feel. That can destroy him. That kind of freedom can’t be granted. Nobody can win it for you.