(sangat - sangat diperbolehkan untuk membajak, mencuri dan memanfaatkan isi dalam blog ini sepuas -puasnya )

" MASYARAKAT ANARKISME adalah dimana masyarakat yang dicita-citakan adalah yang tanpa pemerintahan—keharmonisan dalam masyarakat dicapai bukan dengan mematuhi undang-undang, atau suatu otoritas, namun melalui kesepakatan bebas yang dicapai diantara berbagai kelompok, wilayah dan profesi, yang bergabung secara sukarela—untuk produksi dan konsumsi—dan juga untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dan aspirasi mahluk yang beradab."


April 2, 2007

ANARKIS " BANYAKIS OMONGIS "

Whuzup....sebelumnya perkenalkan dulu,saya adalah seorang penulis apatis yang ingin menyampaikan uneg2_nya melalui blogger saya yang baru ini.Kenapa saya kasih title ANARKIS " BANYAKIS OMONGIS " karena terus terang saya mengenal anarkis melalui scene punk/hc di kota saya,dan tidak dapat dipungkiri dari punk/hc-lah anarkis mulai dikenal orang.Tapi perkembangan yang saya lihat teman2 dari punk/hc malah cuma banyak omong.Arti anarkis sendiri sudah menjadi bias,mereka terlalu terbebani dan merasa mustahil untuk mewujudkan anarkisme di sini sehingga akhirnya mereka memilih untuk kompromi dan pada akhirnya scene di sini pun hancur lebur,tidak ada lagi para anarkis yang berkumpul secara mencolok di ruang2 publik untuk menunjukkan eksistensi,semua tenggelam dlm kehidupan kompromitas atau sedang mengerjakkan pr mereka, tanpa menunjukkan eksistensi terhadap masyarakat.

Mereka hanya berkumpul ketike ada sebuah gig yang menampilkan band2 punk/hc karena menurut mereka punk/hc itu adalah bagaimana cara membuat band yang hebat, nyleneh, dan radikal.TIDAK LEBIH...!!! ketika mereka tampil mereka harus punya player seradikal mungkin, punya lirik sepedas mungkin, dan punya aksi panggung sedahsyat mungkin, untuk apa....??? ya untuk dikenang dan dibicarakan di hari berikutnya.

Ada sebuah band yang dengan sombongnya tidak mau dikategorikan jenis musiknya, band tersebut sukses besar dalam mengusung tema anarkisme melalui liriknya, kaset mereka terjual jutaan kopi, dan selalu dinantikkan performnya oleh para umatnya...( hebat tenan....). Tapi apakah kalian tahu bahwa salahsatu personelnya yang notabene sang vokalis, sang corong anarkisme mencoba menyambung hidup atau mencari uang dengan cara yang aneh yang menurut saya " TIDAK MASUK AKAL ".Kenapa tidak masuk akal? karena saya lihat dia berjualan barang2 yang dikonsumsi oleh para konsumeris, yang kata dia bisa ambil untung lewat hal ini karena dia merasa tidak bisa ambil untung lewat penjualan punk/hc,sedangkan sekarang kebutuhan hidup sudah sangat tinggi,dan lebih anehnya dia juga masuk sekolah2, institusi pemerintah untuk mengemis order membuat seragam, stiker atau kalender !!!! yang notabene pemerintah atau sistem pemerintahan adalah hal pertama yang ingin dihapuskanoleh kaum anarkis.

Memang menurut saya kaum anarkis di kota saya atau di indonesia sudah sedemikian luas mengartikan arti kebebasan sehingga mereka tidak menyadari dia berdiri di mana, karena ketika saya tanya mengapa dia melakukan itu, dia menjawab bahwa saya tidak punya hak untuk mencampuri urusan dia, dan menurut dia tindakannya itu sah2 saja selama dia enjoy melakukannya, karena katanya ANARKIS BRARTI KEBEBASAN SEPENUHNYA DALAM HAL APAPUN.

saya jadi bingung dengan kasus di atas, maka saya ingin minta teman2 untuk memberikan komentar menyikapi masalah di atas, karena saya juga tahu bahwa batasan benar dan salah itu TIDAK ADA.....

GRACIAZ.....

SEVEN MIRACLEZ.angkamati@yahoo.com

1 comment:

Anonymous said...

setuju!
anarki itu bicara tentang sikap dan tindakan.tentang pergerakan dan perlawanan yang nyata real.bukan sekedar idealisme yang dikemas sebagai 'fashion' yang banyak dilakukan oleh banyak scenester hari ini.
bicara besar aksi nol, itu sebuah kegagalan!...eh ada temen anarkoskin dari jogja yang pengen ngobrol2...kapan kira2 bisa diskusi bareng???


SUB COMMANDANTE MARCOS

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ejército Zapatista de Liberación Nacional, EZLN) adalah kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional. Juru bicara mereka, tapi secara teknis bukanlah pemimpin mereka yang menyebut dirinya dengan sub-comandante, adalah Subcomandante Marcos. Seluruh comandante berasal dari suku Mayan, Indian Amerika.

Banyak kalangan menganggap bahwa gerakan Zapatista merupakan revolusi pasca-modern pertama: sebuah kelompok revolusioner bersenjata yang antikekerasan yang menggunakan teknologi modern telepon satelit dan internet sebagai suatu cara untuk menggalang dukungan domestik dan luar negeri. Mereka menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan antiglobalisasi yang lebih luas.

Zapatista menuai perhatian dunia karena daya inspirasinya yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktek kehidupan swadaya masyarakat adat.

Nama Zapatista diambil dari Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusi Meksiko.

JIM MORISSON

Jim Morrison
Retrato de Jim Morrison



Kejenuhan terhadap atribut dan gaya Modern memengaruhi semua bidang. Dalam seni Andy Warhol menjadi sumber ide-ide pop art, dalam musik The Beatles mengangkat musik rock, serta musik blues mulai dihidupkan oleh orang-orang kulit putih.
Salah satu pemain dalam perkembangan musik era tersebut adalah The Doors yang beranggotakan Jim Morrison, Ray Manzarek, John Densmore dan Robby Krieger. Band ini cukup pendek umurnya — hanya empat tahun sejak dirilisnya album pertama — karena Jim Morrison sang vokalis meninggal dunia di Paris pada bulan Juli 1971 secara misterius (ada yang mengatakan overdosis LSD, misterius seperti kematian Jimi Hendrix dan Janis Joplin) dan dimakamkan di pemakaman Le Père Lachaise Cemetery, Paris. Sebelum berangkat Jim sempat menulis buku puisi dan melakukan rekaman yang kemudian dirilis menjadi album di tahun 1979 berjudul An American Prayer.

Jim yang terlahir 8 Desember 1943 sebagai James Douglas Morrison merupakan anak dari keluarga militer yang dididik sangat ketat. Salah satu kejadian yang penting bagi Jim adalah saat bepergian di New Mexico dan melihat Indian berdarah dan sekarat. Oliver Stone menggambarkan hal ini dalam filmnya yang berjudul sama — The Doors (1991), yang dibintangi oleh Val Kilmer dan Meg Ryan. Dulu saya nonton VHS-nya. Cukup mirip Val Kilmer berperan sebagai Jim hingga ada joke “Ada dua yang mirip dengan Jim Morrison: Pertama Val Kilmer dan kedua adalah Jim Morrison sendiri”.

Jim sebagai penulis lagu yang juga penulis puisi memberi warna vokal tersendiri pada grup The Doors. Lirik-lirik Jim sangat tajam dan kadang vulgar, namun inilah kekuatan The Doors di mata penggemarnya. Setiap konser yang dinanti adalah sosok Jim, aksi panggungnya selalu transenden (seperti mabuk dalam arti negatif) dan konsernya selalu berakhir dengan keributan.

Ray Manzarek yang memainkan organ membuat warna musik rock yang berbeda dengan grup musik lainnya. Instrumen organ akhirnya semakin banyak dipakai terutama pada band-band progressive rock seperti Pink Floyd, Yes dan Rush.

Momen penting lainnya pada era tersebut adalah konser Woodstock Festival di New York pada tahun 1969 yang dikunjungi 500.000 lebih penonton selama tiga hari di pertengahan Agustus. The Doors sendiri tidak ikut dalam festival ini, saya lupa karena apa, kalau tidak salah sedang menghadapi persidangan Miami karena ulahnya yang sering mabuk dan teler. Tahun 94 beberapa rekan di kampus patungan membeli film dokumenter Woodstock 1969 ini dalam bentuk Laser Disc sebanyak 3 disc (durasi film 4 jam lebih).

Berikut salah satu quote tentang dirinya sendiri:

I like ideas about the breaking away or overthrowing of established order. I am interested in anything about revolt, disorder, chaos, especially activity that seems to have no meaning. It seems to me to be the road towards freedom - external freedom is a way to bring about internal freedom.

Dan tentang kebebasan:

The most important kind of freedom is to be what you really are. You trade in your reality for a role. You trade in your sense for an act. You give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask. There can’t be any large-scale revolution until there’s a personal revolution, on and individual level. It’s got to happen inside first. You can take away a man’s political freedom and you won’t hurt him- unless you take away his freedom to feel. That can destroy him. That kind of freedom can’t be granted. Nobody can win it for you.