(sangat - sangat diperbolehkan untuk membajak, mencuri dan memanfaatkan isi dalam blog ini sepuas -puasnya )

" MASYARAKAT ANARKISME adalah dimana masyarakat yang dicita-citakan adalah yang tanpa pemerintahan—keharmonisan dalam masyarakat dicapai bukan dengan mematuhi undang-undang, atau suatu otoritas, namun melalui kesepakatan bebas yang dicapai diantara berbagai kelompok, wilayah dan profesi, yang bergabung secara sukarela—untuk produksi dan konsumsi—dan juga untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dan aspirasi mahluk yang beradab."


April 3, 2007

PENINDASAN DUNIA KERJA

Memang tidak dapat dipungkiri dalam dunia kerja pasti ada penindasan.Disadari atau tidak sifat arogansi para pemilik modal terhadap pekerja sangat mencolok, mereka merasa bahwa uang memegang kendali atas segalanya, jadi kalau kamu butuh uang maka dengan sendirinya kamu akan menghampiri para pemilik modal untuk meminta pekerjaan, dan dengan hukum yang seperti itu maka para pemilik modal akan merasa punya kontrol penuh terhadap dirimu karena mereka punya apa yang kamu butuhkan. Jadi mereka sah-sah saja untuk menyuruh kamu melakukan apapun yang jadi keinginannya.

Hal ini diperparah oleh mental-mental para pekerja di indonesia yang memegang tradisi buruk nenek moyang yang mengharuskan orang yang lebih rendah untuk menyediakan dirinya nurut aja ketika haknya diinjak-injak oleh orang yang yang lebih tinggi status sosialnya, karena ketika mereka ingin melawan, mereka takut untuk dipecat, atau dilaporkan ke pihak berwajib.sehingga mereka tidak bisa lagi mencari penghasilan untuk menyambung hidup, atau untuk menghidupi keluarga.

Contoh kasus ini juga terjadi di perusahaan tempat saya bekerja, saya sudah bekerja di sini selama 3 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut saya sudah bisa melihat bahwa perusahaan ini banyak menghasut dan menipu para pekerjanya ( karena saya dengan berbagai cara bisa menyusup ke ruang accounting dan sukses memeriksa kondisi keuangan perusahaan ). Perusahaan ini mempekerjakan sdm-sdm yang berpendidikan rendahdan digaji dengan sangat rendah pula ( perlu diketahui bahwa perusahaan ini bergerak di bidang ekspor dengan omzet tinggi ) pemilik menanamkan doktrin dan ancaman bahwa dia satu-satunya pabrik yang mau mempekerjakan karyawan yang berpendidikan rendah, sehingga sudah untung mereka bisa bekerja dengan latar belakang seperti itu.

Puncak masalah terjadi pada saat meeting, di situ dikatakan bahwa produksi mulai menurun, pekerja mulai seenaknya sendiri dan dia mengancam akan mengadakan efisiensi besar-besaran dan menghilangkan fasilitas perusahaan untuk kesejahteraan karyawan. ( sebetulnya pabrik ini kolaps karena uang pabrik untuk membiayai keluarga besar pemilik perusahaan yang kesemuanya bergaya hidup mewah )

Akhirnya saya tidak tahan lagi dengan kondisi seperti ini, sayapun memutuskan mengadakan pertemuan dengan para karyawan. Saya menjelaskan bahwa cara kerja mereka selamaini keliru, saya menerangkan bahwa sebetulnya justru pemiliklah yang membutuhkan kita bukan malah sebaliknya, karena tanpa pekerja pabrik tidak akan berjalan. Dan saya menyarankan untuk menolak patuh, kita bekerja di sini karena kita punya keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan, bukan karena kita mentok dalam mencari pekerjaan ( karena pemilik sering seenaknya menyuruh karyawan untuk keperluan pribadinya ) dan bila pabrik nekat melakukan efisiensi, kita juga akan nekat untuk melakukan mogok massal, atau pengunduran diri besar-besaran (sampai saat tulisan ini saya buat keadaan masih tegang) dan saya tidak akan berhenti bekerja sebelum perusahaan ini hancur atau sebelum perusahaan ini menghargai kerja karyawannya.

Saya tidak pernah berharap terlalu besar untuk mewujudkan masyarakat anarkis......
Yang saya lakukan hanyalah membentuk para anarkis baru, yang langsung berhadapan dengan sistem....
Saya jarang sekali melakukan kegiatan diskusi........
Karena menurut saya terlalu banyak diskusi hanya akan mengulur-ulur aksi.....

GRACIAZ......
sevenmiraclez (angkamati@yahoo.com)

No comments:


SUB COMMANDANTE MARCOS

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ejército Zapatista de Liberación Nacional, EZLN) adalah kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional. Juru bicara mereka, tapi secara teknis bukanlah pemimpin mereka yang menyebut dirinya dengan sub-comandante, adalah Subcomandante Marcos. Seluruh comandante berasal dari suku Mayan, Indian Amerika.

Banyak kalangan menganggap bahwa gerakan Zapatista merupakan revolusi pasca-modern pertama: sebuah kelompok revolusioner bersenjata yang antikekerasan yang menggunakan teknologi modern telepon satelit dan internet sebagai suatu cara untuk menggalang dukungan domestik dan luar negeri. Mereka menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan antiglobalisasi yang lebih luas.

Zapatista menuai perhatian dunia karena daya inspirasinya yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktek kehidupan swadaya masyarakat adat.

Nama Zapatista diambil dari Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusi Meksiko.

JIM MORISSON

Jim Morrison
Retrato de Jim Morrison



Kejenuhan terhadap atribut dan gaya Modern memengaruhi semua bidang. Dalam seni Andy Warhol menjadi sumber ide-ide pop art, dalam musik The Beatles mengangkat musik rock, serta musik blues mulai dihidupkan oleh orang-orang kulit putih.
Salah satu pemain dalam perkembangan musik era tersebut adalah The Doors yang beranggotakan Jim Morrison, Ray Manzarek, John Densmore dan Robby Krieger. Band ini cukup pendek umurnya — hanya empat tahun sejak dirilisnya album pertama — karena Jim Morrison sang vokalis meninggal dunia di Paris pada bulan Juli 1971 secara misterius (ada yang mengatakan overdosis LSD, misterius seperti kematian Jimi Hendrix dan Janis Joplin) dan dimakamkan di pemakaman Le Père Lachaise Cemetery, Paris. Sebelum berangkat Jim sempat menulis buku puisi dan melakukan rekaman yang kemudian dirilis menjadi album di tahun 1979 berjudul An American Prayer.

Jim yang terlahir 8 Desember 1943 sebagai James Douglas Morrison merupakan anak dari keluarga militer yang dididik sangat ketat. Salah satu kejadian yang penting bagi Jim adalah saat bepergian di New Mexico dan melihat Indian berdarah dan sekarat. Oliver Stone menggambarkan hal ini dalam filmnya yang berjudul sama — The Doors (1991), yang dibintangi oleh Val Kilmer dan Meg Ryan. Dulu saya nonton VHS-nya. Cukup mirip Val Kilmer berperan sebagai Jim hingga ada joke “Ada dua yang mirip dengan Jim Morrison: Pertama Val Kilmer dan kedua adalah Jim Morrison sendiri”.

Jim sebagai penulis lagu yang juga penulis puisi memberi warna vokal tersendiri pada grup The Doors. Lirik-lirik Jim sangat tajam dan kadang vulgar, namun inilah kekuatan The Doors di mata penggemarnya. Setiap konser yang dinanti adalah sosok Jim, aksi panggungnya selalu transenden (seperti mabuk dalam arti negatif) dan konsernya selalu berakhir dengan keributan.

Ray Manzarek yang memainkan organ membuat warna musik rock yang berbeda dengan grup musik lainnya. Instrumen organ akhirnya semakin banyak dipakai terutama pada band-band progressive rock seperti Pink Floyd, Yes dan Rush.

Momen penting lainnya pada era tersebut adalah konser Woodstock Festival di New York pada tahun 1969 yang dikunjungi 500.000 lebih penonton selama tiga hari di pertengahan Agustus. The Doors sendiri tidak ikut dalam festival ini, saya lupa karena apa, kalau tidak salah sedang menghadapi persidangan Miami karena ulahnya yang sering mabuk dan teler. Tahun 94 beberapa rekan di kampus patungan membeli film dokumenter Woodstock 1969 ini dalam bentuk Laser Disc sebanyak 3 disc (durasi film 4 jam lebih).

Berikut salah satu quote tentang dirinya sendiri:

I like ideas about the breaking away or overthrowing of established order. I am interested in anything about revolt, disorder, chaos, especially activity that seems to have no meaning. It seems to me to be the road towards freedom - external freedom is a way to bring about internal freedom.

Dan tentang kebebasan:

The most important kind of freedom is to be what you really are. You trade in your reality for a role. You trade in your sense for an act. You give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask. There can’t be any large-scale revolution until there’s a personal revolution, on and individual level. It’s got to happen inside first. You can take away a man’s political freedom and you won’t hurt him- unless you take away his freedom to feel. That can destroy him. That kind of freedom can’t be granted. Nobody can win it for you.