Hal ini diperparah oleh mental-mental para pekerja di indonesia yang memegang tradisi buruk nenek moyang yang mengharuskan orang yang lebih rendah untuk menyediakan dirinya nurut aja ketika haknya diinjak-injak oleh orang yang yang lebih tinggi status sosialnya, karena ketika mereka ingin melawan, mereka takut untuk dipecat, atau dilaporkan ke pihak berwajib.sehingga mereka tidak bisa lagi mencari penghasilan untuk menyambung hidup, atau untuk menghidupi keluarga.
Contoh kasus ini juga terjadi di perusahaan tempat saya bekerja, saya sudah bekerja di sini selama 3 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut saya sudah bisa melihat bahwa perusahaan ini banyak menghasut dan menipu para pekerjanya ( karena saya dengan berbagai cara bisa menyusup ke ruang accounting dan sukses memeriksa kondisi keuangan perusahaan ). Perusahaan ini mempekerjakan sdm-sdm yang berpendidikan rendahdan digaji dengan sangat rendah pula ( perlu diketahui bahwa perusahaan ini bergerak di bidang ekspor dengan omzet tinggi ) pemilik menanamkan doktrin dan ancaman bahwa dia satu-satunya pabrik yang mau mempekerjakan karyawan yang berpendidikan rendah, sehingga sudah untung mereka bisa bekerja dengan latar belakang seperti itu.
Puncak masalah terjadi pada saat meeting, di situ dikatakan bahwa produksi mulai menurun, pekerja mulai seenaknya sendiri dan dia mengancam akan mengadakan efisiensi besar-besaran dan menghilangkan fasilitas perusahaan untuk kesejahteraan karyawan. ( sebetulnya pabrik ini kolaps karena uang pabrik untuk membiayai keluarga besar pemilik perusahaan yang kesemuanya bergaya hidup mewah )
Akhirnya saya tidak tahan lagi dengan kondisi seperti ini, sayapun memutuskan mengadakan pertemuan dengan para karyawan. Saya menjelaskan bahwa cara kerja mereka selamaini keliru, saya menerangkan bahwa sebetulnya justru pemiliklah yang membutuhkan kita bukan malah sebaliknya, karena tanpa pekerja pabrik tidak akan berjalan. Dan saya menyarankan untuk menolak patuh, kita bekerja di sini karena kita punya keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan, bukan karena kita mentok dalam mencari pekerjaan ( karena pemilik sering seenaknya menyuruh karyawan untuk keperluan pribadinya ) dan bila pabrik nekat melakukan efisiensi, kita juga akan nekat untuk melakukan mogok massal, atau pengunduran diri besar-besaran (sampai saat tulisan ini saya buat keadaan masih tegang) dan saya tidak akan berhenti bekerja sebelum perusahaan ini hancur atau sebelum perusahaan ini menghargai kerja karyawannya.
Saya tidak pernah berharap terlalu besar untuk mewujudkan masyarakat anarkis......
Yang saya lakukan hanyalah membentuk para anarkis baru, yang langsung berhadapan dengan sistem....
Saya jarang sekali melakukan kegiatan diskusi........
Karena menurut saya terlalu banyak diskusi hanya akan mengulur-ulur aksi.....
GRACIAZ......
sevenmiraclez (angkamati@yahoo.com)
No comments:
Post a Comment