namanya arif.....
sore ini udara sangat cerah sekali, secerah wajah arif saat aku datang membawa 3 botol minuman kesukaan kami berdua. Tanpa tunggu lamakami langsung membuka tutpnya dan menenggaknya begitu saja, ironisnya kami mabok di pinggir jalan utama / jalan protokol kota kami dan berseberangan / berhadapan langsung dengan bangunan kokoh Mabes Polisi terbesar di jateng yang selalu membuat kami muak. Cita-cita kami bila melihat bangunan itu adalah memuntahkan seluruh isi perut kami di wajah dan seragam para anjing penjaga yang tolol dan tunduk menjilat para atasan demi sebuah status dan jabatan.
namanya arif......
hanya satu hal di dunia ini yang bisa membuat arif tertawa, bahagia dan terkagum-kagum, orang itu tidak lain adalah adik perempuannya. Dia pernah berkata padaku bahwa dia sangat bahagia hidup di jalanan karena di sini dia bisa menemukan kebebasan dan kedamaian yang tidak dia dapatkan di rumah atau dalam rutinitas kehidupan manusia yang membosankan.Tapi di samping itu dia juga sering berkata bahwa kalau tidak 2 minggu sekali / sebulan sekali dia harus pulang " adikku lucu dan imut, rambutnya pendek, selalu riang walaupun dia tahu kalau kedua orang tuaku sebetulnya lebih sayang padaku, tapi dia tidak peduli dan adikku tetap sayang sama aku " ( karena orangtua arif selalu mengharapkan anak pertamanya laki-laki dan itu terkabul ) dan hari itu aku dan arif memutuskan untuk pulang ke rumahnya, benar juga adiknya langsung menyambutnya dengan berbagai macam pertanyaan seperti, mas tak ambilin maem ya ?, mas mau tak beliin rokok apa ?, atau mas mau tak masakin air buat mandi nggak ?..itulah keceriaan dan kesayangan adik arif walaupun adiknya pernah bercerita padaku sambil menangis bahwa dia ingin kalau arif tidak hanya pulang sebulan sekali, tapi setiap hari supaya dia bisa merasakan kehangatan hati kakaknya dan supaya dia bisa bercanda dengan kakaknya....( oh..arif, if you know that story...)
namanya arif......
dia orang yang sangat apatis dan nihilis sekali, " orang atau teman dan semuanya yang ada di dunia ini semu, tidak nyata dan tidak jujur.... semuanya hanyalah ilusi dan kemunafikan, kalaupun ada sahabat yang ada hanya sahabat sehati bukan sahabat sejati, jadi di saat kita sudah tidak sehati lagi dia akan meninggalkanmu..." itulah yang selalu dikatakan arif padaku, dia tidak peduli dengan apa yang orang katakan dan apa yang orang perbuat, dia tidak peduli lagi dengan semua aturan dan batasan. dunia impian seorang arif adalah bagaimana bila barang-barang kesukaannya bisa diganti dengan jasa dalm memdapatkannya bukan uang. Dia juga menganggap jalanan itu tempat yang mengasyikkan dalam mengekspresikan kebebasan, " jalanan itu tidak menakutkan, cuma....yach...sedikit liar " itulah mottonya dalam menggambarkan kehidupan jalanan yang sangat rock n roll
namanya arif.......
hari itu dia sangat gembira sekali karena salah satu teman kami mengatakan akan memberikan minuman yang banyak sekali ( kalau tidak salah hari itu adlah hari perayaan, tapi saya lupa perayaan apa ) saat yang dinanti pun tiba kami mulai berpesta-pora, berpuluh-puluh obat kami konsumsi ( mungkin ini yang dimaksud arif kalau jalanan itu sedikit liar ) aku juga lihat arif tampak bahagia sekali, dia malah bilang padaku mampus sekarang pun dia mau soalnya dia lagi seneng-seneng dan dia masih muda. 2 hari sudah kami tenggelam dalam dunia impian kami masing-masing, kami sudah tidak tahu berapa botol minuman yang sudah kami konsumsi, aku melihat arif sudah mulai nyenyak dalam mimpinya, mungkin dia memimpikan adik kecilnya atau dunia impiannya. Tapi tampaknya ada yang aneh dari caranya tidur, dia tampak pucat dan seperti sedang menahan sakit yang hebat,tak menunggu lama aku langsung membangunkan dia dia terbangun dengan marah-marah,aku memaksa dia untuk makan karena udah 2 hari kita ngga makan cuma minum terus, dia malah marah-marah dan memutuskan mau pulang karena kangen masakan adiknya, " aku mau pulang bercanda sama adikku dulu, soalnya tadi aku bermimpi dia menarikku pulang sambil nangis", kemudian dia mengambil tasnya dan berjalan pulang, saat itupun aku memutuskan untuk pulang ke rumah karena rindu dengan kaset-kasetku dan anjing kecilku yang bernama devil. Hari itu udara sangat cerah sudah dua hari aku di rumah dan tidak bertemu arif, ketika aku sedang bermain gitar, dari jauh kulihat kekasihku datang ke rumahku dengan berlari kecil, setelah dekat kulihat dia ternyata sedang menangis........
namanya arif.......
aku ingin marah, menangis, dan kecewa melihat arif hari itu, dia sperti bukan arif yang aku kenal,arif yang apatis,arif yang pemarah.
arif terbaring dengan tenang diatas keranda........ya...arif sudah tiada, menurut dokter arif livernya pecah, dia dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dia mengalami rasa sakit yang parah sebelum meninggal, SATU-SATUNYA ORANG YANG MENDAPATI ARIF MENGHADAPI SAKARATUL MAUT ADALAH ADIK KECILNYA.....!!!
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
tanah di pekuburan arif masih basah oleh hujandan tangis dari kita semua, terlebih adik kecilnya yang terus menerus menangis seperti tidak rela dan kecewa, kami mulai menanam bibit pohon di pusara arif sebagai tempat arif berteduh nantinya.sambil menanam bibit aku juga membenamkan sebuah kaset rekorder yang sering arif minta tapi ngga pernah aku berikan.....
LEMME TELL YA SOMETHING.....
THAT I RELLY MISS FRIEND LIKE YA......
SO LONG, BRO......
aku terbangun lagi dari mimpiku, dalam mimpi itu kulihat arif begitu segar dan bersih dan dia berkata dia senang berada di sana, lagi-lagi aku menangis, tapi ini tangisan bahagia.
No comments:
Post a Comment