January 17, 2008
HANYA TOPENG
KEYAKINAN HIDUP
CABANG BUDAYA ATAU BUDAYA PERLAWANAN
Strategi Baru Label Rekaman "Membunuh" Artis-Artisnya
WAWANCARA WITH MARJINAL
1. Bisa tolong ceritain ga siapa dan apa sih sebenernya haska / marjinal itu?
Marjinal, band punk rock dari Selatan kota Jakarta, tepatnya di Setu Babakan telah berdiri sejak 11 tahun yang silam. Kalau ogut sih cuma backing soda ...eh, backing vocal Marjinal n kerja serabutan di Taringbabi, mulai bersih-bersih, ngebantu desain n dalam waktu dekat mau buka kursus creative writing di Taringbabi. Kalo aktivitas di luar sih nulis freelance untuk media atau bikin review pertunjukan teater.
2. Menurut kalian apa sih anarkisme itu?
Anarkisme, tanpa pemerintahan (kekuasaan yang terpusat n hirarkis) seperti yang kita rasakan sekarang ini-- semua ditentukan dari pusat-- dari soal duit sampai kebijakan. Kalo pemerintahan sebagai pengelola administrasi doang kita sih setuju, emang itu kan tugas pemerintah- mengelola administrasi warga agar semua lancar-lancar aja!
3. Apakah tidak terlalu utopis untuk membentuk masyarakat anarkisme sekarang ini?
Kalau mau dicermati, masyarakat Indonesia, sebagian besar kan udah anarchis by accident (belum by desain lho). Masyarakat sudah muak dengan lebijakan pemerintah yang hanya menguntungkan kroninya saja. Ketika ada Pilkada di daerah, sebagian besar tidak menggunakan hak pilihnya, kalau pun ikut kampanye... itu kan karena ada bagi-bagi duitnya, setelah dapat duit mereka datang ke TPS nyoblos seenaknya, sehingga surat suara gak terpakai. Kalau melihat kondisi di Indonesia, anarchisme bakal terwujud, sebagai desain politik. Masalahnya, selama ini para profesor/doktor dan akademisi selalu berkata bahwa anarchisme selalu dikaitkan dengan kekacauan. Khususnya di media/talk show kita sering mendengar kata anarchist selalu dikaitkan dengan kekacauan. Itu kan nggak betul! Memang ada yang terancam apabila anarchisme terwujud di sini, mereka itu adalah para komprador -kaki tangan kapitalis dan golongan yang menjungjung tinggi feodalisme. Cobalah lihat Suku Samin di Jawa Tengah dan sekitarnya... Katika mereka terancam oleh hegemoni kolonialisme Belanda dulu, mereka langsung memutuskan membangun pola hidupnya sendiri, yang tidak terkooptasi rejim kolonial. Dari bercocok tanam, panen, membangun rumah dan melaksanakan pendidikan semua dikerjakan secara gotong royong. Ini kan elemen dari anarchisme. Jadi, elemen itu ada dalam budaya kita.
4. Kita sama-sama tau bahwa kita menolak banyak peraturan yang ada, tapi kita juga tidak menutup mata bahwa suatu tatanan masyarakat anarkisme perlu adanya aturan juga, terus menurut kalian apa sih yang dimaksudkan aturan dalam anarkisme itu sendiri?
Semua peraturan itu berinduk (berasal) dari kebebasan. Kebebasan yang menciptakan keteraturan dan peraturan. Selama aturan2 itu tidak mengekang kebebasan, ya bisa kita pakai sebagai peraturan.
5. Aku liat di jakarta terjadi perdebatan masalah media, menurut kalian media yang bagaimana yang harus kita support dan media mana yang harus kita tolak?
Ya, semua harus dilihat hubungan sebab dan akibatnya, atau akibat dan sebabnya, ketika berinteraksi dengan media itu. Kalau bicara tentang gerakan punk, kita gak bisa mengabaikan peran media massa. Kita kan tahu band-band punk dari luar, seperti Sex Pistols, Ramones, Bad Religion, dlsb itu kan dari media massa, apakah itu majalah kek, koran kek, radio kek, televisi kek atau media internet. So, kenapa kita harus lari dan sembunyi ketika berhadapan dengan perkembangan media massa yang telah datang sampai ke kamar kita yang paling pribadi? Kenapa kita mesti merengek, "ooohhh... sekarang punk masuk televisi...!???" Itu kan rengekan pecundang yang akhirnya bikin bingung orang2 di sekitarnya, karena siapa tahu, dia judtru ngejogrok terus seharian di depan layar beling televisi.
6. Apa tujuan atau goal2 kalian dalam menjalani hidup kalian?
Kalau orang ngomong punk sebatas band, kita sih memaknainya sebagai jalan hidup (way of life) yang membangun karakter kita dengan kerja, karya dan imajinasi (mimpi-mimpi kita), sehingga tetap berguna sampe tua!
7. Saya pernah mendengar ada seorang " petinggi punk " jakarta yang melontarkan wacana tentang band2 yang berdedikasi dan tidak berdedikasi. Menurutmu esensialkah wacana tersebut? dan tolong berikan komentar kalian mengenai wacana tersebut?
Lucu kalau ada istilah 'petinggi' punk yang menentukan kriteria ini dan itu, yang bertindak seperti polisi. Polisi punk ini memang ada dalam scene punk di Jakarta. Tapi, sebagian besar kawan-kawan sudah tau tabiat orang ini (khususnya yang sebaya) yang emang muka tembok. Menurut gue sih, ayo semua kita serahkan kepada publik. Berwacana itu memang bagus bila disampaikan dengan argumen yang cerdas, kalo saling caci-maki lewat SMS lalu ngandelin otot doang sih itu bukan berwacana... tapi mo jadi.... (tau sendiri kan?)
8. Apa misi dan visi marjinal membentuk sebuah band?dan apa tujuannya?
Kalau ngedengerin lagu2 Marjinal, secara gak langsung kita ungkap visi dan misi kita, menyuarakan realita bersama. Kita cuma menyuarakan, apa sih kegelisahan gw, elo, kita, kemuakan dan kemarahan terhadap sistem yang makin lama memblejeti sendi2 kehidupan ini. Dengan musik kita gedor kesadaran orang untuk bangkit dan menolong dirinya (terlebih dahulu) lantas membantu orang-orang terdekat (keluarda, tetatangga, dlsb). Kita nggak bicara muluk2 kok...
9. Ceritakan sejarah berdirinya marjinal?
Maejinal didirikan 11 tahun silam, bertepatan pada Hari Ibu pada kalender nasional.
10. a. Anarkis atau komunis?
b. Komunis atau sosialis?
c. Che guevara atau gandhi?
d. Media atau anti media?
e. Anti atau tidak anti?
f. Kompromois atau taktis?
g. Marjinal atau bunga hitam? (ha...ha...ha...)
Hidup ini lebih warna-warni ketimbang dua pilihan yang disodorkan. So, mari kita saling menyelami hingga saling memahami, tak kenal maka tak sayang. Terimakasih
Itu aja pertanyaan2 tidak mutu saya, tolong di jawab secepatnya ya? dan tengkyu buat koran marjinal yang sudah mengijinkan saya memberikan kontribusi dalam bentuk tulisan yang judulnya "APALAH ARTI SEBUAH PUNK ",dan " MATINYA SEORANG IDEALIS "GRACIAZ....
SUB COMMANDANTE MARCOS
Tentara Pembebasan Nasional Zapatista
Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ejército Zapatista de Liberación Nacional, EZLN) adalah kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional. Juru bicara mereka, tapi secara teknis bukanlah pemimpin mereka yang menyebut dirinya dengan sub-comandante, adalah Subcomandante Marcos. Seluruh comandante berasal dari suku Mayan, Indian Amerika.Banyak kalangan menganggap bahwa gerakan Zapatista merupakan revolusi pasca-modern pertama: sebuah kelompok revolusioner bersenjata yang antikekerasan yang menggunakan teknologi modern telepon satelit dan internet sebagai suatu cara untuk menggalang dukungan domestik dan luar negeri. Mereka menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan antiglobalisasi yang lebih luas.
Zapatista menuai perhatian dunia karena daya inspirasinya yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktek kehidupan swadaya masyarakat adat.
Nama Zapatista diambil dari Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusi Meksiko.
JIM MORISSON
| Jim Morrison | ||
|---|---|---|
Kejenuhan terhadap atribut dan gaya Modern memengaruhi semua bidang. Dalam seni Andy Warhol menjadi sumber ide-ide pop art, dalam musik The Beatles mengangkat musik rock, serta musik blues mulai dihidupkan oleh orang-orang kulit putih.
Salah satu pemain dalam perkembangan musik era tersebut adalah The Doors yang beranggotakan Jim Morrison, Ray Manzarek, John Densmore dan Robby Krieger. Band ini cukup pendek umurnya — hanya empat tahun sejak dirilisnya album pertama — karena Jim Morrison sang vokalis meninggal dunia di Paris pada bulan Juli 1971 secara misterius (ada yang mengatakan overdosis LSD, misterius seperti kematian Jimi Hendrix dan Janis Joplin) dan dimakamkan di pemakaman Le Père Lachaise Cemetery, Paris. Sebelum berangkat Jim sempat menulis buku puisi dan melakukan rekaman yang kemudian dirilis menjadi album di tahun 1979 berjudul An American Prayer.
Jim yang terlahir 8 Desember 1943 sebagai James Douglas Morrison merupakan anak dari keluarga militer yang dididik sangat ketat. Salah satu kejadian yang penting bagi Jim adalah saat bepergian di New Mexico dan melihat Indian berdarah dan sekarat. Oliver Stone menggambarkan hal ini dalam filmnya yang berjudul sama — The Doors (1991), yang dibintangi oleh Val Kilmer dan Meg Ryan. Dulu saya nonton VHS-nya. Cukup mirip Val Kilmer berperan sebagai Jim hingga ada joke “Ada dua yang mirip dengan Jim Morrison: Pertama Val Kilmer dan kedua adalah Jim Morrison sendiri”.
Jim sebagai penulis lagu yang juga penulis puisi memberi warna vokal tersendiri pada grup The Doors. Lirik-lirik Jim sangat tajam dan kadang vulgar, namun inilah kekuatan The Doors di mata penggemarnya. Setiap konser yang dinanti adalah sosok Jim, aksi panggungnya selalu transenden (seperti mabuk dalam arti negatif) dan konsernya selalu berakhir dengan keributan.
Ray Manzarek yang memainkan organ membuat warna musik rock yang berbeda dengan grup musik lainnya. Instrumen organ akhirnya semakin banyak dipakai terutama pada band-band progressive rock seperti Pink Floyd, Yes dan Rush.
Momen penting lainnya pada era tersebut adalah konser Woodstock Festival di New York pada tahun 1969 yang dikunjungi 500.000 lebih penonton selama tiga hari di pertengahan Agustus. The Doors sendiri tidak ikut dalam festival ini, saya lupa karena apa, kalau tidak salah sedang menghadapi persidangan Miami karena ulahnya yang sering mabuk dan teler. Tahun 94 beberapa rekan di kampus patungan membeli film dokumenter Woodstock 1969 ini dalam bentuk Laser Disc sebanyak 3 disc (durasi film 4 jam lebih).
Berikut salah satu quote tentang dirinya sendiri:
I like ideas about the breaking away or overthrowing of established order. I am interested in anything about revolt, disorder, chaos, especially activity that seems to have no meaning. It seems to me to be the road towards freedom - external freedom is a way to bring about internal freedom.
Dan tentang kebebasan:
The most important kind of freedom is to be what you really are. You trade in your reality for a role. You trade in your sense for an act. You give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask. There can’t be any large-scale revolution until there’s a personal revolution, on and individual level. It’s got to happen inside first. You can take away a man’s political freedom and you won’t hurt him- unless you take away his freedom to feel. That can destroy him. That kind of freedom can’t be granted. Nobody can win it for you.