(sangat - sangat diperbolehkan untuk membajak, mencuri dan memanfaatkan isi dalam blog ini sepuas -puasnya )

" MASYARAKAT ANARKISME adalah dimana masyarakat yang dicita-citakan adalah yang tanpa pemerintahan—keharmonisan dalam masyarakat dicapai bukan dengan mematuhi undang-undang, atau suatu otoritas, namun melalui kesepakatan bebas yang dicapai diantara berbagai kelompok, wilayah dan profesi, yang bergabung secara sukarela—untuk produksi dan konsumsi—dan juga untuk pemenuhan berbagai macam kebutuhan dan aspirasi mahluk yang beradab."


April 4, 2007

APALAH ARTI SEBUAH PUNK

Kemarin seorang teman yang habis maen di kota besar pulang ke kota saya tercinta ini, dalam pandangan saya dia bukanlah seorang punk dan dia bukanlah seorang yang sok anarkis, dia tidak pernah membahas masalah punk atau masalah anarkisme atau issue-issue global. Tapi yang saya tahu dari cara dia memandang hidup, dari cara dia menghadapi yang namanya sistem dan pemerintahan dan dari cara dia mempengaruhi orang dengan tindak-tanduk dan pola pikirnya dia adalah seorang anarkis.

Kemudian dia bercerita tentang keadaan komunitas punk di kota besar tersebut ( dia juga bergaul dengan komunitas tersebut ), dia mengatakan bahwa di sana ada fenomena yang menurut dia sangat tidak penting dan tidak esensial sekali untuk diperdebatkan.Komunitas di sana selalu meributkan masalah punk atau tidak punk, anarkis atau tidak anarkis, berdedikasi atau tidak berdedikasi ( ini yang paling parah ). Menurutnya mereka terjebak dalam pengkotak-kotakkan yang diciptakan mereka sendiri. ( menurut saya ketika orang bilang bahwa dia tidak mau dikotak-kotakkan, sebetulnya tanpa dia sadari dia sudah menciptakan batasannya sendiri ) yang lebih aneh mereka berani memberikan cap bahwa band/komunitas yang tidak peduli, seenaknya sendiri dan tanpa tujuan itu dianggap tidak berdedikasi.....GUBRAKKK.........!!!!! saya jadi heran apasih tujuan mereka dengan mengatakan bahwa ini punk dan itu tidak punk, ini anarkis dan itu tidak anarkis, ini berdedikasi dan itu tidak berdedikasi.ataukah hanya untuk menyatakan bahwa saya lebih punk dari kamu, saya lebih anarkis dari kamu, saya lebih berdedikasi dari kamu. Kalau dengan kacamata seperti itu saya bisa saja mengatakan bahwa sekarang ini banyak orang di luar komunitas punk yang jauh....lebih anarkis daripada komunitas punk itu sendiri, karena sekarang punk merasa dia yang paling anarkis karena dia seorang punk, sedangkan di luar itu tidak, karena mereka terjebak dengan ke-aku-annya dan berpendapat bahwa punk itu anarkis dan anarkis itu punk, di luar itu tidak dan mereka merasa lebih kritis dan lebih tahu tentang anarkisme di banding orang di luar komunitas tersebut.

Ada sebagian orang yang tidak mau / tidak bangga disebut sebagai seorang punk. Menurut saya , saya akan sangat bangga sekali sebagai seorang punk yang memiliki kesadaran tinggi demi terwujudnya masyarakat anarkisme. Karena menurut saya masyarakat anarkisme adalah sebuah masyarakat yang sangat ideal dengan segala interaksi di dalamnya.
Tapi saya tidak akan pernah bangga sebagai seorang punk seperti yang dibicarakan teman saya. Saya bukanlah seorang punk, tapi yang saya tahu pasti adalah saya seorang anarkis, biarlah saya melabeli diri saya sendiri karena anarkisme sangatlah luas dan universal pehamannya dibanding hanya sebagai seorang punk dan saya sangat bangga

GRACIAZ

No comments:


SUB COMMANDANTE MARCOS

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista

Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (Ejército Zapatista de Liberación Nacional, EZLN) adalah kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional. Juru bicara mereka, tapi secara teknis bukanlah pemimpin mereka yang menyebut dirinya dengan sub-comandante, adalah Subcomandante Marcos. Seluruh comandante berasal dari suku Mayan, Indian Amerika.

Banyak kalangan menganggap bahwa gerakan Zapatista merupakan revolusi pasca-modern pertama: sebuah kelompok revolusioner bersenjata yang antikekerasan yang menggunakan teknologi modern telepon satelit dan internet sebagai suatu cara untuk menggalang dukungan domestik dan luar negeri. Mereka menganggap dirinya sebagai bagian dari gerakan antiglobalisasi yang lebih luas.

Zapatista menuai perhatian dunia karena daya inspirasinya yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktek kehidupan swadaya masyarakat adat.

Nama Zapatista diambil dari Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusi Meksiko.

JIM MORISSON

Jim Morrison
Retrato de Jim Morrison



Kejenuhan terhadap atribut dan gaya Modern memengaruhi semua bidang. Dalam seni Andy Warhol menjadi sumber ide-ide pop art, dalam musik The Beatles mengangkat musik rock, serta musik blues mulai dihidupkan oleh orang-orang kulit putih.
Salah satu pemain dalam perkembangan musik era tersebut adalah The Doors yang beranggotakan Jim Morrison, Ray Manzarek, John Densmore dan Robby Krieger. Band ini cukup pendek umurnya — hanya empat tahun sejak dirilisnya album pertama — karena Jim Morrison sang vokalis meninggal dunia di Paris pada bulan Juli 1971 secara misterius (ada yang mengatakan overdosis LSD, misterius seperti kematian Jimi Hendrix dan Janis Joplin) dan dimakamkan di pemakaman Le Père Lachaise Cemetery, Paris. Sebelum berangkat Jim sempat menulis buku puisi dan melakukan rekaman yang kemudian dirilis menjadi album di tahun 1979 berjudul An American Prayer.

Jim yang terlahir 8 Desember 1943 sebagai James Douglas Morrison merupakan anak dari keluarga militer yang dididik sangat ketat. Salah satu kejadian yang penting bagi Jim adalah saat bepergian di New Mexico dan melihat Indian berdarah dan sekarat. Oliver Stone menggambarkan hal ini dalam filmnya yang berjudul sama — The Doors (1991), yang dibintangi oleh Val Kilmer dan Meg Ryan. Dulu saya nonton VHS-nya. Cukup mirip Val Kilmer berperan sebagai Jim hingga ada joke “Ada dua yang mirip dengan Jim Morrison: Pertama Val Kilmer dan kedua adalah Jim Morrison sendiri”.

Jim sebagai penulis lagu yang juga penulis puisi memberi warna vokal tersendiri pada grup The Doors. Lirik-lirik Jim sangat tajam dan kadang vulgar, namun inilah kekuatan The Doors di mata penggemarnya. Setiap konser yang dinanti adalah sosok Jim, aksi panggungnya selalu transenden (seperti mabuk dalam arti negatif) dan konsernya selalu berakhir dengan keributan.

Ray Manzarek yang memainkan organ membuat warna musik rock yang berbeda dengan grup musik lainnya. Instrumen organ akhirnya semakin banyak dipakai terutama pada band-band progressive rock seperti Pink Floyd, Yes dan Rush.

Momen penting lainnya pada era tersebut adalah konser Woodstock Festival di New York pada tahun 1969 yang dikunjungi 500.000 lebih penonton selama tiga hari di pertengahan Agustus. The Doors sendiri tidak ikut dalam festival ini, saya lupa karena apa, kalau tidak salah sedang menghadapi persidangan Miami karena ulahnya yang sering mabuk dan teler. Tahun 94 beberapa rekan di kampus patungan membeli film dokumenter Woodstock 1969 ini dalam bentuk Laser Disc sebanyak 3 disc (durasi film 4 jam lebih).

Berikut salah satu quote tentang dirinya sendiri:

I like ideas about the breaking away or overthrowing of established order. I am interested in anything about revolt, disorder, chaos, especially activity that seems to have no meaning. It seems to me to be the road towards freedom - external freedom is a way to bring about internal freedom.

Dan tentang kebebasan:

The most important kind of freedom is to be what you really are. You trade in your reality for a role. You trade in your sense for an act. You give up your ability to feel, and in exchange, put on a mask. There can’t be any large-scale revolution until there’s a personal revolution, on and individual level. It’s got to happen inside first. You can take away a man’s political freedom and you won’t hurt him- unless you take away his freedom to feel. That can destroy him. That kind of freedom can’t be granted. Nobody can win it for you.